Seorang kawan dari Thrash Hero

Namanya Lisa ( Yang foto  teman dari TH Sanur)



Namanya Lisa. Gue bertemu di hari pertama bersih-bersih pantai sama Thrash Hero Sanur. Lisa itu bukan orang Indonesia. Gue juga masih bingung tentang kewarganegaraannya. Kalau dari logatnya kemungkinan dari Australia, tapi katanya dia itu bukan dari Australia, ada juga yang bilang dia dari Inggris. Gue juga gak tahu pekerjaannya apa, rumahnya dimana, anaknya berapa, menikah atau tidak, apa hobbynya dsb. Kata Zahro dari Thrash Hero Sanur, dia disini lagi liburan. 

Jadi ah sudahlah.. yang gue tahu dia baik. Itu aja.

Lisa bilang kalau dia baru selesai berenang hari itu, dan akan bantuin Thrash Hero Sanur mungutin sampah plastik dan benda-benda. Di hari pertama gue gabung sama Thrash Hero itu, gue bisa lihat Lisa ini satu dari beberapa orang yang bukan orang asli Indonesia tapi semangat ngebersihin pantai di Indonesianya gak ada kendornya..aseeekk.

Lisa juga sempat menegur langsung begitu ada nelayan yang buang sampah dan ngerokok di pantai. Gue inget gue disuruhnya untuk menerjemahkan bahasanya ke dalam bahasa Indonesia kalau, merokok sembarangan itu selain gak baik untuk kesehatan dan sama pemerintah juga udah di kasih peraturan kepada si bapak nelayan itu.

Lisa juga sempat nawarin gue buat antar ke jalanan raya yang jaraknya lumayan. Lucunya walau sudah lebih tua dari gue, tapi helm Lisa kalau naik motor bebeknya itu warnanya pink dengan sticker hello kitty di beberapa bagian. Jadi langsung bisa ngerasa kalau Lisa ini punya sisi lucu dalam dirinya..hihi..

Zero waste ( di foto teman dari TH Sanur)



Di kesempatan lain, saat gue bingung siapa yang mau bantuin gue bawa gerobak sampah ke tempat pembuangan akhir di belakang hotel Mercure Sanur. Lagi bingung eh tiba-tiba dibantuin Lisa untuk ngebawa itu gerobak sampah. Gak jarang di hari-hari sesudahnya, Lisa juga lah yang bawa itu gerobak seorang diri ke tempat sampahnya dan kita bantuin nurunin sampah dari gerobak ke tempat sampah besarnya. Dan tahu sendiri angkut gerobak sampah itu berarti gak cuman sekilo dua kilo loh. Itu bisa ada 36 kilogram – 60 kilogram bahkan pernah denger sampai 90an kilogram.

Lisa juga sempat kasih saran ke gue yang punya penyakit saraf kejepit dan plantar fascitis ( eaaa.. namanya itu loh mengingatkan pada sepiring platter seafood tapi ternyata bukan makanan wkwkwk) untuk mulai menjaga makanan dan berenang setiap hari. Di Bali kata Lisa, dia sudah turun 6 kilogram dengan cara melakukan visualisasi turun berat badannya. Lisa juga optimis gue bisa meraih sabuk hitam karate gue yang lama ketunda gara-gara nyeri sakit gue ini. Ohya, gue juga diminta untuk mengurangi gula, karena gula itu sama bahaya-nya sama narkoba, karena gula bikin kita mirip orang kecanduan narkoba.

Lisa sebelah kanan gue, orangnya ceria dan energik banget
 ( Masnya Genius Cafe yang fotoin)


Dan kemarin, ya beberapa hari lalu. Tanggal 1 April 2019, di depan Genius Cafe. Lisa bilang Lisa akan pulang ke UK menemui ibunya. Gue langsung kayak...ini beneran gak sih. Gue ini April mop apa bukan? Tapi kok kayaknya bener. Dan ah.. kalau Lisa pulang terus siapa yang bakal gerobak sampahnya? Gak semua orang mau bantu bawa gerobak sampah kayak Lisa. Trus.. udah aja kayak bubur yang diaduk perasaan gue. Selesai denger ini, gue langsung minta foto sama Lisa.

Orang ini belum tentu ketemu besok di Bali lagi atau bahkan ketemu di Jakarta, di Indonesia atau di muka bumi sekalipun. Yang begini cuman seribu satu. Lisa juga bilang kalau dia belum bisa nentuin kapan akan balik lagi ke Bali. Udah pengen nangis meraung-raung gue. Pulang naro sampah di belakang TPA hotel Mercure, gue minta peluk lagi Lisa. Huaaaaa.... tahan rike tahan... gue masih belum bisa nerima.

Tapi, begitu Lisa pamit via WA di grup Thrash Hero Sanur. Gue belum bisa percaya. Yah sampai sekarang pun. Trus banyak comment teman-teman lainnya. Tapi juga trus Lisa menjawab kalau dia mengharapkan teman-teman untuk tidak bersedih akan kepulangannya ke UK dan tetap bahagia. Haduuuhhh Lisaa ini berattttt (kek rindunya Dilan 1990 apa 1991?). Gimana caranya coba ini? 

Tapi...ya udah deh Lisa. Yang terbaik aja. Semoga Lisa selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kebahagiaan dan kebaikan selalu menyertai langkahnya. Gue senang bisa ketemu dan kenal dengan Lisa.


Terima kasih Lisa Bowen. 
Sampai bertemu lagi.


#ThrashHero #ThrashHeroSanur #ThrashHeroIndonesia #Hero #Bali #Indonesia


Comments

  1. Salut sama semangat mbak dan teman-teman yang terus bertekad menjaga keindahan pantai. Andai banyak lisa-lisa lain tentu sangat menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Utari. Iya, semoga tumbuh Lisa-Lisa lain yang mau turut bersama kita bersih-bersih dunia. Salam.

      Delete
  2. Wah seruuu juga nih kegiatannya + seru banget allah pertemukan dengan sosok Lisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Saya bersyukur bisa bertemu banyak kawan kawan di Thrash Hero juga terutama ketemu Lisa.

      Delete
  3. langka banget yaaa org kayak lisa ini. org indonesia sendiri blm tentu peduli ama kebersihan pantainya, lah ini org luar.. jd malu sebenernya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia Mba Fanny. Saya kadang masih ngerasa sedih, gak semua orang sadar pentingnya menjaga kebersihan. Yah semoga makin banyak kegiatan dan gerakan aksi bersih-bersih semakin membaik alam Indonesia ya mba Fanny

      Delete
  4. Sini aku bantuin mungut sampahnya, kaaak ...

    Aku sangat senang kegiatan bersih-bersih semacam yang diadain Trash begini.
    Ngga cuma kegiatan bersih-bersih saha tapi juga kasi contoh ke bantak orang biar ngga buang sampah sembarangan dan seenaknya sendiri.

    Aku juga sering ikut mungutin sampah tanpa disuruh siapapun saat datang liburan ke suatu lokasi wisata.
    Gemas saja rasanya lihat sampah berserakan begitu.

    ReplyDelete
  5. Iyaaaa mass mau donggg dibantuinnnn:) Mantap mas him semangat ya mas him. Emang aku juga mas gemes gimana gitu. Kan wisata mau jadi segar kembali tapi liat sampah berserakan tuh bawaannya pengen diangkut wkwkwkwk...

    ReplyDelete

Post a Comment