Saham Pertama di 2019

Kayak gini deh kira-kira, angka semua
tapi pelan pelan pasti ngerti kok
 (Foto: Rike)



YEAYYYY YIPIIIEE...Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga punya saham. Udah nunggu dari dulu-dulu baru kesampaian bisa punya di tahun 2019 ini. Dan tiba-tiba aja dibuka jalan sama Yang Maha Pemurah Allah SWT,  ini adalah hadiah terbesar buat gue di awal januari ini, akhirnya bisa punya saham pertama gue setelah proses panjang nanya sana-sini, baca sana-sini, bingung, pusing, ini apaan sih?  trus terakhir ikut pelatihan sama Profita Institute akhir tahun 2018 kemarin.

Dari ragu masuk membeli saham sampai akhirnya bisa punya itu pun ada proses panjang yang sempat bikin deg-degan awalnya. Dari teman yang bilang gini gitu soal saham sampai ah..apapun jenis investasinya mah sebenernya mah bismillah ajalah kalau Allah SWT redho mah pasti ada jalannyalah.

Jadi seperti disebutkan di artikel yang..yang beberapa waktu lalu. Bahwa gue ketemu sama Melly, salah satu blogger yang juga sebagai investor saham yang bekerja untuk Profita Institute, lembaga pendidikan saham gitu. Dari sana gue ikut pelatihannya. Profita Institute sendiri bekerjasama sama Panin Sekuritas. Sebenarnya gue langsung setuju ikut pelatihan Profita Institute karena gue pernah kenal sama salah satu orang Bank Panin di Jakarta Barat yang sangat welcome ketika gue mengerjakan penelitian BNN-UI 2017 lalu. Bapak yang bekerja di Bank Panin ini salah satu juga alumni UI. Dan dia memperbolehkan kami melakukan penelitian di tempatnya. Sejak itu gue bisa percaya bahwa Bank Panin bagus. Karena salah satu pekerjanya bagus, dampaknya begitu gue denger nama Panin Sekuritas, walau berbeda tapi masih satu group, maka apa yang gue dapat infonya pun gue langsung percaya. Ini bawa nama besar Panin. Dan gue langsung manut okeh.

Setelah belajar saham sama Profita Institute, gue sempat lupa-lupa karena kan gue juga sambil pelajarin BIPA di Bali, tapi syukurnya kan tiap yang belajar sama Profita Insititute itu dapat itu segepok primbon panduan untuk pemula yang mau belajar saham. Itu juga ada masa tunggu supaya RDN alias rekening khusus saham kita jadi dulu. Nah, ini yang nunggunya rada lamaan. Yang bikin gue sempet ga sabaran, cuman gue kan udah dibilangin sama mas Purnomo dari Profita Insititute untuk bisa sabar selama belajar saham dan juga pas transaksi saham.

Sebab kalau kita jadi pelaku saham yang beringas waduuuhh bisa bahaya sama  kesehatan jiwa raga juga. Maka sabar itu penting buat yang mau investasi saham. Bismillah semoga gue bisa sabar ya... Jadi jangan salah loh ya. Selama ini berpikir bahwa orang bisnis itu harus work hard - play hard tapi gue lebih percaya sama work good - play good. Main yang keras ketika bisnis, yang udah udah sih erh.. belum tentu membuahkan hasil yang maksimal juga buat gue.

Apalagi kalau punya partner dagang yang gak asyikan, yang mikirnya tuh harus-harus-dan-harus buru-buru cepat kembali modal-nya melulu. Hah’ itu beneran amsyong...Hayati bisa lelah, Bang! Lah, bisnis mah kudunya banyak sabar. Lu liatin aja noh para pengusaha kaliber dunia, apa dia pada gradak-gruduk kayak orang kesusu. Lu liatin juga para pebisnis Indonesia yang dagang kecil-kecilan dan masih eksis sampai beberapa generasi. Kalaupun nih mereka punya karakter pribadi yang tempramental kebanyakan punya cara untuk bersabar dalam bisnis yang dijalaninnya. Beuh, gue ngomong kayak udah paling bener di dunia yak hahaha... Tapi gue pribadi mah  mending, kita kerja yang baik dan main yang baik dah. Gak usah pakai senggol-senggolan, apalagi senggol bacokan. Beuuuh, ngeriii itu mahhhh...

Nah, selesai nginep di Mandarin Oriental kemarin, nyampe rumah gue mulai buka-buka lagi lah itu file-file panduan primbon belajar saham dari Profita Institute. Dari mulai penyegaran lagi, mulai bingung lagi tapi mulai ngerti sedikit trus sampai akhirnya beberapa hari kemarin usai nanya-nanya terus sama Melly dan Mas Cisi Profita Institute soal gimana cara bisa online transaksi saham pakai post pro3 dari Panin Sekuritas.

Begitu dikirimin password dan user id, gue sempat bingung sama angka-angka yang tertera di layar. Again. Apaan ini ya? Ini maksudnya apa? Hodoh kok gue jadi pusing ya? Kok ribet ya?  Arghhh... Ini Gimana? Gue kagak ngarti. Cuman gue terusin kepusingan gue itu karena gue mau bisa mempelajari saham ini gimana sih. Secara gue pengen punya investasi buat masa depan gue. Yah sapa tahu gue bisa tetanggaan sama warren buffett (eh tunggu si opa ini masih hidup apa udah meninggal ya?) maksud gue ya semoga aja gue bisa kayak opa warren buffett itu.  Bukan opa yang kayak..oppa-nya blackpink loh ya.

Cuman setelah gue belajar pelan-pelan akhirnya gue ngerti apa maksudnya dari angka-angka yang ada di layar. Apa maksud dari warna-warna yang ada di layar. Gue juga ikutin petunjuk dari Profita Institute tentang saham-saham yang bagus untuk di beli di tahun 2019.  

Sejak awal, gue pengen punya satu saham yang bisa berguna dikemudian hari. Tahu kan film Mary Poppins Return buatan Walt Disney yang baru aja keluar, nah di film itu ada cerita tentang gimana selembar bukti saham bisa menyelamatkan sebuah rumah milik keluarga besar. Rumah dimana menyimpan memori tentang kehangatan sebuah keluarga.

Gue juga pengennya ini bisa digunakan suatu hari nanti, ntah kapan, buat anak cucu gue, kalau Allah SWT perkenankan gue punya anak cucu ya. Kalau gak ya buat hari tua guelah, pengen bikin rumah mungil dengan atap rumbia di sebuah pulau yang ada pantai,pasir putih, air laut biru turquoise, pohon kelapanya, dekat air terjun juga dan ada makanan pisang goreng tabur gula semutnya juga sama es kelapa muda. Kayak di film kartun Dragon Balls itu loh. Dimana gurunya Dragon Balls tinggal. Terus kalau bisa ples berhadiah Mas ‘Jason Momoa’ nan caem juga ya. RRRRrrr... Hahahaha...

Ohya kembali ke beli saham ya. Nah, jadi pertama nyoba beli saham gue beli maksa dengan membeli dibawah harga yang ditawarkan. Dimana harga yang ditawarkan waktu itu adalah 535 trus gue nekad beli dengan harga 530, trus kok nunggu lama kaga ada kabar. Pas sorean dikit kok gak juga ada keliatan, lah piye tho? Kan gue nawar. Yah, namanya nawar kan nawar serendah-rendahnya. Cuman helloooww.. gue pun buka lagi pagi. Ternyata penawaran gue menghilang dari list gue. Hihi.. mungkin gue kena reject yah.. nekad memaksakan membeli jauh dibawah harga yang ditawarkan.

Akhirnya gue pun nyoba lagi tadi. Dan gue kayaknya salah persepsi deh. Penawaran itu juga gak sekejam itu. Mana ada orang yang mau ditawar sampai serendah mungkin, itu cuman mimpi. Gue pun mulai realistis. Ketika harga saham yang mau gue beli  berada di antara angka seinget gue 530-535 - 540, maka gue pun nawarnya di  535. Dan itu gue sesuaiin jam pembeliannya di pagi hari, soalnya hari kemarin gue beli sore banget. Walau kata mas Cisi Profita Institute itu pembelian gak harus dipagi hari, cuman kok kayaknya gue percaya ayam yang bangun paling pagilah yang duluan dapat rejeki hehehe...dan alhamdulillah gue bisa beli 1 lot saham pertama gue. Gak banyak sih belinya cuman, pokoknya gue senang bisa dapat kesempatan untuk membeli saham perdana gue ini.

Ohiya, gue beli saham BRIS (BRI Syariah). Jadi itu pun gue menyesuaikan atas rekomendasi saham-saham yang bagus 2019 dari Profita Institute dengan kebutuhan dan kenyamanan gue. Gue awalnya ada dua yang gue incer buat investasi jangka panjang gue itu, yang satu saham BRIS dan satunya lagi GMFI (Garuda Maintainance gitu kalau gak salah dia ini anak perusahaan Garuda Indonesia yang punya track records bagus deh).

Cuman setelah dipikir-pikir, gue kan lagi berusaha pengen bebersih dari hal-hal yang gak dibolehin sama Islam, termasuk riba, jadi gue setelah mikir lama di kedai kopi deket rumah, gue pun memutuskan untuk membeli BRIS aja deh. Lagian gue kan pakai BRI juga terus nih, kembali ke pas penelitian BNN-UI kemarin, itu orang BRI manager-nya yang di cabang Kota - Jakarta Barat, orangnya baik banget dan sangat welcome sama tim penelitian gue yang datang sore hari mendadak ke kantornya. Jadi gue merasa nyaman dengan membeli BRIS, selain tentu gue pengen sesuatu yang bersih dalam hidup gue (yah, walau suka masih bolong-bolong ibadah gue tapi kan gue usaha yang terbaik lahya) dan gue kenal produknya serta orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut. Itu yang akhirnya gue pun memutuskan untuk membeli BRIS.

Nah, gitu deh cerita pengalaman pertama memiliki saham. Semoga teman-teman juga bisa ya beli saham ya. Gak mahal kok, timbang beli makanan di cafe mahal mending kan investasi. Terima kasih Profita Institute, Panin Sekuritas, BEJ dan tentu saja BRIS-ku. Semoga kedepan Cuan. Aaammmmiiinnn...

Baca artikel saham sebelumnya:


Buat yang mau belajar saham bisa belajar sama Profita Institute, kemari aja ya cari infonya:
facebook: @Profita Official / @Purnomo Sony
IG: @Profita Official
Hubungi: 0823 2607 9545




#profitainstitute #saham #paninsekuritas #brisyariah








Comments

  1. Menarik nih. Saya sejak lama ingin coba reksadana, tapi masih ragu sampai sekarang..

    ReplyDelete
  2. hihihi makasi mbak siswi. Aku juga sih sempat kepikiran apa nyoba reksadana tapi malah sekarang tertarik ke saham. Sekarang sih kembali ke kitanya mbak, butuh yang investasi model seperti apa. dan karakter pribadi kita juga punya peran untuk menentukan jenis apa yang cocok. ada yang orang cocoknya investasi masa depannya misalnya ke bisnis perkebunan, ada yang cocok sama model deposito, nabung, simpan emas, asuransi, reksadana dan juga saham. Sekarang mah lebih mudah malah, kalau dulu tuh investasi agak susah ya. Sekarang tinggal pilih. Insyaallah ada jalannya ya Mbak Siswi.

    ReplyDelete
  3. Saya juga ada di bukalapak namun terbengkalai.. Hahaha.. yaaa tiap bulan ada sih laporan masuk seberapa keuntunganya gitu, tapi saya ngga terlalu memikirkan. Soalnya saya depositnya sedikit jadi keuntunganya juga berapa ratus rupiah aja.. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya ya mas. yah namanya juga usaha ya mas. saya juga mulai kecil ini, haha kan bukan juga sekalibernya pak warren bufett. ya apapun semoga membawa berkah buat mas dan keluarga ya. Yang kecil juga rejeki bukan:) hehehe... *berasamamadedeh*

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nginap di Hotel Oria, Jakarta Pusat

Semalam Tahun Baru di Mandarin Oriental Hotel Jakarta (1)