Kreator Kuasai Dunia? Jadinya apa ...


Kreator kuasai dunia? Jadinya apa...
apanya dong? dong..dong..dong..
(Foto: Rike)


Hooh. Jadinya apa? Jadi...prok prok prok...datanglah sebuah pesan whatsapp masuk ke telepon seluler saya beberapa waktu lalu ketika saya masih berada di Bali. Pesan itu datang dari salah satu staf get craft Indonesia yang menanyakan apakah saya sudah mendapatkan informasi lewat email tentang kompetisi #WhenCreatorsRuleTheWorld?

Saya sebelumnya memang sudah membaca email tersebut, tetapi karena belum sempat membuat artikelnya maka barulah saya bisa membuatnya sekarang di Jakarta. Apa sih maksudnya dari #WhenCreatorsRuleTheWorld ini? Sumpah, saya sampai bolak balik pantai Kuta, pantai Petitenget, pantai Sanur sampai pantai Seminyak untuk berpikir apa sih maksud kalimat ini. Udah guling-guling kok masih bingung. Tapi hehe...sekalian jalan-jalan cari angin laut juga sih,biar gak kena asma. Tahu dong penyakit yang satu itu. Yang butuh vitamin sea lebih banyak dari penyakit lainnya hehehe...

Ok, kita lanjut ya sama bahasan soal siapa sih creators yang dimaksud dalam #WhenCreatorsRuleTheWorld?... terus hmm...gue bertanya lagi siapasih yang dimaksud creators itu? Kan selama ini sudah ada Tuhan Sang Maha Pencipta? Terus maksudnya kompetisi ini apa sih ya? Saya juga terus berpikir sepanjang perjalanan pulang dari Bali ke Jakarta. Di dalam bus Lorena yang  penuh dengan penumpang dan full musik dangdut era 80-90’an juga lagu-nya Trio Ambisi itu. 36 Jam di jalan, melintasi 5 propinsi di Indonesia. Bahkan sampai saya sudah sampai Jakarta dan kemudian berhari-hari berpikir sepanjang hari-hari pun, saya terus dibuat bingung. Ini maksudnya gimana ya? Enaknya nulis darimana ya? Harus pakai apa ini ya menjelaskannya ke pembaca ya?

Tapi saya sekarang saya duduk di warung kopi yang jual mie instan kekinian dekat rumah, nyeruput es kopi susu biar kayak orang-orang kekinian jaman now terus browsing deh di internet eee...malah keingetan sama lagunya mbak Beyonce nan aduhay itu. “Who run the world? Girlssss...!!!!“ Eimm...mbak Ratu Bey, Juju kami tercinta. Saya mendukung Anda juga...tapi eh bentar...tapi kan yang namanya creators itu juga bisa laki-laki ya? Hmm.. jadi nampaknya lagunya itu terlalu mengedepankan salah satu gender saja, bisa-bisa saya disebut seseorang yang sangat timpang memihak salah satu jenis gender saja lagi waduhhh.. Ya, walaupun saya juga perempuan juga sih. Tapi saya gak boleh gitu.

Saya tentu bangga sama lagu-nya mbak Beyonce itu yang sangat nendang banget iramanya, asyik buat dipakai joget di rumah sambil bebenah, tapi tetap ya, kita manusia diciptakan bukan cuman perempuan seorang doang, ada juga teman kita di muka bumi ini, dia adalah yang namanya laki-laki. Hm.. Jadi nih supaya saya gak berat sebelah pada salah satu jenis gender saja, kita kudu adil pada semua, yeekan???...hmm...maka lagu yang berada di kepala saya kemudian berganti pada lagunya Tears fo Fears yang judulnya Everybody Wants To Rules The World. Hmm..lagunya enak juga. Tapi eh tunggu...ini kan kita lagi bahasnya tentang gimana kalau creators menguasai dunia? Kenapa malah nyerundul kemana-mana sih ini.

HOOH.. yuk kita mulai bahas satu-satu ya, apaan itu creators? Hm...kalau lihat kata creators itu kayaknya kan sepertinya bahasa Inggris ya. Nah, kalau dalam bahasa Inggris kata creators itu kan bentuk jamak alias plural alias kalau pakai s dibelakang kan jadi banyakkan jumlahnya,  ini berasal dari kata creator, cuma karena saya gak akan bermaksud memberikan les bahasa Inggris disini dan kita orang Indonesia maka yuklah kita pergunakan bahasa Indonesia saja. 


Kreator turun ke bumi dengan
 sayap api-nya ditengah gerimis manja
(Foto: Rike)


Creator dalam bahasa Indonesia itu sama juga dengan kreator. Trus apa dan ngapain sih itu seorang kreator? Jadi kalau lihat website KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) itu artinya pencipta atau ya pencetus gagasan. Sementara masih dari website KBBI nih ya, kata pencipta dapat berarti yang menciptakan (dimana termasuk mengadakan,  menjadikan, membuat, dan sebagainya). Pencipta sendiri berasal dari kata cipta, juga dalam KBBI  kata cipta artinya bisa disamakan dengan kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru; atau berupa angan-angan yang kreatif, begitu deh kakak.  Nah, begitu kira-kira pelajaran bahasa Indonesia kita, mari kita lanjutkan ke pelajaran berikutnya ya kakak.

Kita gak bahas soal pencipta dalam konteks yang terlalu jauh dan tinggi, kayak bahas soal Dzat-Nya Tuhan sebagai Maha Pencipta, karena yang kita bahas disini ya soal kreator sebagai seorang manusia. Soalnya kalau bahas ketinggian, ntar kalau jatuh itu...sakitnya disini...disiniiiii,kakak (sambil nunjuk ke maaf – pantat, lah kan kalau jatuhnya kejengkang yang bakalan sakit kan pantat kita..drama banget yak). Ya..trus..jadi.. yang gimana dong yang dimaksud kreator?

Nah, tentunya sebagai seorang kreator khususnya nih yang bergerak di bidang konten yang lagi jadi trend belakangan ini (kayak blogger, juga kayak temen-temen anak instagramer, youtuber, twitter, get crafter juga termasuk cheerleader eh..salah ya kejauhan) dan tentu saja setiap kreator memiliki kemampuan masing-masing ya. Saya pribadi melihatnya, setelah membaca buku Mark Manson (judul bukunya The Subtle Art of Not Giving A F*ck dan sudah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia,hmm.. biar disangka keliatan orang pinter gitu baca-baca buku gitu), bahwa seorang kreator itu adalah dia atau saya atau kamu...ya kamu yang disitu itu yang lagi baca tulisan ini...ya pokoke oranglah ya, bukan demitlah...yang mampu menciptakan kebahagiaan di dunia melalui pemecahan permasalahan yang ada menjadi sesuatu, dengan caranya yang kreatif. Gimana? Gitu gak ya? Hmm...coba kita lihat lagi deh lebih jauh ke paragraf berikutnya.

Tapi nih kayak apa sih ruang dalam-nya seorang kreator ini? Nah, kalau lihat salah satu website yang namanya Curata.com disitu dikasih lihat kayak gimana sih contoh kerongkongannya serta jeroan dalamnya seorang content marketer. Kenapa saya kasih contoh pakai content marketer, karena ya lumayan deketlah menurut saya antara kreator konten dan content marketer itu dalam bekerja. Kayak masih sodaraan gitulah. Satu kandungan, cuma beda nama dikit. Lagipula kan se-e-se-ja-a-ja-te-i-ti-nye-a-nya alias sejatinya tujuannya  tuh agak mirip, membantu menyampaikan pesan kepada target audience-nya. Tapi ini menurut saya loh ya, saya kan bukan ahli marketing apalagi ahli nujum. Kalau beda pendapat boleh silahkan saja, tapi jelasinnya di blog sendiri ya, biar saya bisa ikutan mampir baca pendapatnya seperti apa sih yang menurut pandangan orang lain.

Yuk, mari kita lihat lagi ya. Kalau menurut mereka, seorang content marketer yang sempurna tuh kudunya punya karakter anatomi kemampuan seperti ini :

1) Sebagai pemikir kreatif, yang dengan kekuatan otaknya yang mampu melakukan proses secara visual 600.000 kali lebih cepat dari pada teks (beuhh...keren amat kan), seorang content marketer juga harus memiliki pengetahuan tentang video serta disain untuk menciptakan konten visual,

2) Sebagai pemikir strategik, dimana seorang content marketer seharusnya dapat berpikir mengunakan strategi dan berorientasi pada proses. Sebab tim content marketing yang bagus memiliki pencapaian disetiap tempat dan beberapa proses yang mereka ikuti,

3) Memberi pengaruh dan promotor yang bersemangat, dimana seorang content marketer itu juga haruslah piawai, memahami dan mendalami sosial media seperti pada chanel mana yang sebaiknya ditayangkan, kapan waktu sebaiknya menayangkan dan siapa yang akan kita raih untuk mengoptimalkan dampak konten kita.


Mulai pusing? berenang dulu
di pantai Seminyak, Bali
( Foto:Rike)


Phuiwww... berat ya... gimana udah mulai pusing belum kepala-nya? Udah keringatan belum dahi-nya? Ya, bentar tahan dikit, masih ada lagi nih. Saya yang nulis juga perlu asupan energi. Tarik nafas sejenak, kakak. Hembuskan.  Dan yang berikutnya:

4) Seorang yang Inovatif, yang juga  gigih, berani dan bermanfaat. Seorang content marketer juga tidak boleh takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan mereka juga tidak takut untuk gagal,

5) Seorang pemikir analitis, content marketer yang hebat paham bahwa konten itu harus dapat diukur. Diluar sana banyak sekali metrics dan kita bisa memutuskan mana yang yang sesuai dengan marketing dan bisnis goal kita,

6) Jenaka dan humoris, yalah kudu buat kita. ini penting banget sebab dengan memasukan humor kedalam konten dapat membuatnya menjadi lebih terlihat  dan dapat berpotensi meningkatkan audience kita untuk membagikannya kepada orang-orang dekatnya,

7) Penulis yang terampil, menjadi content marketer handal khususnya dibidang penulisan, kita harus memiliki kemampuan SEO, pengetahuan tentang HTML, sangat perhatian pada detil, luar biasa mengerti dalam tata bahasa dan ejaan, memiliki kemampuan menciptakan judul yang menarik serta memiliki bakat sebagai pendongeng.



Es krim dulu kaka,
biar ga oleng
( Foto: Rike)


Nah, udah nambah pusingnya? Ya, sedikit lagi nih. Tungguin tinggal dua poin lagi. Sabar ya. Tarik nafas lagi kakak. Hembuskan. Kemudian selanjutnya:

 8) Seorang Kolaborator, content marketer harus mengunakan kolaborasi internal dimana ketika bekerja dengan tim content marketing juga perusahaan sementara ia juga mengunakan kolaborasi eksternal ketika bekerja dengan perusahaan lain, analis, ahensi serta para pekerja freelancernya,

dan yang terakhir nih ...taraaa...

9) Punya pengalaman/ bisa untuk menanggani pekerjaan yang tidak mudah, seperti mengetahui perusahaan dan produknya, pandangan dan masukan dari pelanggannya, memahami pasar serta selalu haus untuk belajar lebih.

Gimana udah semakin pusing? Atau udah pingsan dari tadi habis baca semua diatas ini? Atau mau minta tambah lebih lagi? Hmm...sabarudin ya kakak...masih ada untaian kata-kata berikutnya habis ini kok. Coba ditelusur kebawah lagi deh.

Gimana nyambung gak? antara kreator konten sama content marketer menurut kamu? Mirip-mirip gak? Hm..Kalau menurut ngana itu nyambung ya saya bersyukur, tapi kalau gak nyambung yahhh.. erh..mungkin bisa cari di toko sebelah saja hehe... Saya ikhlas kok. Yah, paling tidak seperti itulah gambaran yang saya bisa kasih saat ini.
Jadi, Jadinya apa #WhenCreatorsRuleTheWorld? Hmm... Jujur aja, kita ngomongin realita yang ada di bumi kita berpijak saat ini, kalau baca bukunya  Mark Manson  bahwa di dunia ini selalu ada masalah. Tadinya saya pikir bahwa dengan segambreng kemampuan seorang kreator, maka dunia bakal jadi bebas masalah. Tapi kan masalah itu selalu akan ada.
Bukan...bukan, saya tidak bilang bahwa saya akan berpikiran negatif, saya orangnya suka yang positip-positip ria juga kok. Cuma dengan kepadatan kemampuan dan pengetahuan serta segala printilan dalam anatomi-nya seorang kreator konten (mengambil dikit dari infographic tentang anatomi sempurna seorang content marketer dari curata.com itu), saya rasa dunia ini bakal bisa jadi lebih bahagia ya kakak. Katanya om Mark Manson lagi sih kebahagiaan itu berasal dari keberhasilan memecahkan masalah. Bukan juga dengan menghindari masalah. Bahagia itu suatu tindakan, kegiatan dan bukan sesuatu yang dikasih orang begitu saja, juga bukan sesuatu yang ajaib. Bahkan seorang Cinderella sekalipun aja butuh usaha dulu supaya bisa bertemu pangeran-nya. Begitu juga sebaliknya. Ketika pangeran mencari Cinderella.
Karena juga bahagia itu penting kakak. Biar banyak datang masalah, kalau kita gak mau memecahkannya ya gak bakalan kitalah kita pernah merasakan kebahagiaan. Hooh kakak, kita patut bahagia. Itu maka kalau sampai #WhenCreatorsRuleTheWorld yang bisa memiliki daya cipta pasti bisa deh memecahkan segala macam masalah di dunia juga bukan dengan menghindarinya.
Ya, juga kreator itu kudu all-in juga all-out (apaan lagi itu istilah mana?) ya, kudu-nya sih seorang kreator gak cuman bisa jurus ala kadarnya aja ( jurus? Emang kita lagi bahas kung-fu?) yang penting tampil terus res beres gitu aja. Bukan juga jago kandang, tapi beneran jagoan. Tapi juga menguasai mahir jurus-jurus dibidangnya dengan baik, maka rasanya nih, sebuah penjara di sebuah kota pun bisa menjadi tempat yang nyaman bagi para penghuninya. Pokoknya kedalam dan keluar tuh kudu caimik luar dalam, ya kan kakak?
Karena juga, kreator itu kan gak cuman modal pinter teori doang tapi juga punya bakat yang tidak biasa, maka siapapun akan bisa ikut bergerak bersamanya,..ya bakat-bakat influencer gitu deh kakak, kan bisa mempengaruhi orang tuh, jadi semua jadi ikutan gerak. Ketika bisa sama-sama bergerak, maka saya yakin gak akan ada yang namanya itu orang nganggur di muka bumi ini, minta kerjaan sampai kudu mengemis? Udah basi apalagi sampai melakukan tindak kriminal (woh.. kok nyampe kesini, ini tulisan jenis apa sih kok jadi bawa-bawa tindak kriminal?). Aduh, amit-amit jabang bayi, ketuk-ketuk tanah 3x.

Roda perekonomian dunia juga bakalan terus muter kayak kincir aer jalanin listrik ke desa-desa terpencil sampai ke pulau di ujung lautan. Pokoknya nih gak cuman disatu sisi aja, semua hal juga berubah dengan kreator yang bisa memecahkan masalah, juga termasuk nih yang punya resolusi di tahun 2019, dimana tuh yang tadinya gendut jadi langsing, yang kurus jadi berisian, yang sakit jadi sehat, yang sehat makin aduhai, yang aduhai ketemu jodohnya dan.. yang.. hujan turun lagiiiii...


 Kapal Fery terasa kecil untuk jari
#WhenCreatorsRuleTheWorld
(Foto: Rike)


Pokoknya gak pakai lagi itu menderita karena merasa terzolimi terintimidasi di muka bumi. Sebab kreator selalu punya cara dan ide kreatif dalam menangani permasalahan yang ada di muka bumi kakak. Kayak mereka selalu punya cara menyampaikan sesuatu dengan bercerita lewat karyanya. Jadi hmm..yang doyan gotok kanan-gotok kiri soal politik dengan cara gak sehat tanpa arti itu, sudah pasti bakal tersapu hempaskan-nya Mbak Syahrini bersama kabut suteralahya. Yang ada, menyampaikan dengan cara yang lebih asyik. Emang masih perlu gitu ribut-ribut melulu? Malu lagi sama orang yang benar-benar membutuhkan. Mending kita bersatu padu bersama kreator, membangun dunia jadi lebih baik deh. Itu #WhenCreatorsRuleTheWorld loh ya.

Ohiya, kreator juga punya kemampuan keren, bukan cuman super hero Marvel & DC doang yang punya otot gede-gede, tapi kemampuan untuk berkolaborasi dengan berbagai macam orang maka dari pihak swasta sampai ke pegawai kelurahan sekalipun, bisa disulap jadi lebih menyenangkan dan gak membosankan lagi.

Misalnya menjadikan semua taman-taman kota yang gratisan punya atraksi sendiri-sendiri setiap minggunya, jadi kalau lagi tanggal tua, selalu ada kreator yang tampil atau mungkin warga bumi yang mau memperlihatkan penampilannya lewat pertunjukan di taman itu. Dengan begitu kan, hidup jadi bisa nambah bermanfaat, selain kita bisa memberi fungsi pada taman di dekat rumah , pada orang – orang sekitar juga ehehehe... ini dia.. duit juga gak banyak keluar kan gratisan. Biar irit gitu. Soalnya kalau ke taman hiburan, tahu sendiri harganya berapa sekali mampir...eaaa curcol. Termasuk juga kreator menciptakan ruang-ruang hijau terbuka kembali lagi, hutan-hutan gundul jadi hijau lagi, gak banyak lagi sampah ketika berenang di pantai dan pertikaian antar kita jadi bisa didiskusikan bersama agar bumi jadi kembali adem lagi.

Sementara nih kreator juga kalau perlu punya telinga super besar jadi menurut smartbugmedia.com, seorang content marketing creator itu juga perlu punya keahlian untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Mana bisa menyelesaikan masalah kalau kita gak punya telinga untuk mendengarkan kesulitan dan masalah orang lain, makanya dengan telinga yang lebih besar diharapkan bisa menampung segala keluh kesah semua warga bumi kita tercinta. Jadi yang bermasalah bisa semakin bisa kita pecahkan bersama, ya gak sih kakak. Jadi kita bisa bahagia bersama-sama.

Kreator itu kudu juga punya juga strategi katanya, sehingga dia tahu apa yang akan dikerjakannya ke depan nanti, aka punya jiwa visioner aka juga bisa menerawang lebih jauh ke masa depan, tapi yah sekali lagi bukan jadi mbah dukun ya. Sehingga nih ya gak hanya dilihat di masa sekarang saja, tapi juga kreator bisa menguasai dunia di masa depan, masa selanjutnya. Eecieee...Wah, bisa jadi nunggu kompetisi sekuel berikutnya deh tuh.

Kreator, kamu sungguh tzuper...bisa membuat dunia lebih bahagia.



Sumber:
Manson, Mark. 2018. Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat: Pendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup Yang Baik. Jakarta: Grasindo.

Sumber Website:


Info aja: 
Lagu Apanya dong, diciptakan oleh Titiek Puspa dinyanyikan oleh Euis Darliah di era tahun 1980'an dan kemudian dinyanyikan kembali oleh grup band Serius asal Bandung, Jawa Barat.









Gais, kalau mau ikutan lomba ini juga:

@GetCraft_ID mengadakan kompetisi kreatif untuk menjawab pertanyaan ‘Apa jadinya dunia ketika kreator menguasai dunia?’ Bantu saya memenangkan 100 juta rupiah dengan cara memberi likes, komentar, atau share karya saya ke teman-teman lainnya! bit.ly/idcreatorsruletheworld #GetCraft #WhenCreatorsRuleTheWorld

@Get.Craft is running a creative competition that asks, ‘What will the world look like when creators rule the world?’ Help me win up to US$7,000 by liking, commenting & sharing my answer!  bit.ly/creatorsruletheworld #GetCraft #WhenCreatorsRuleTheWorld



#WhenCreatorsRuleTheWorld





Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan