Ngajar Bahasa Inggris Pakai Games di Ruang Hampa

ngajar di ruang hampa co working space ( Foto: Rike)


Pertama dapat info untuk mengajar di ruang hampa co working space di Ruko Tanjung Mas Raya itu dari Mbak Nur yang menginfokan bahwa ada yang butuh relawan untuk mengajar. Kemudian gue terhubung lagi sama Miss Okta yang berhalangan hadir di hari Rabu malam pukul 19:00-21:00 WIB jadi gue gantiin Miss Okta.

Gue memang pernah ngajar bahasa Inggris sama anak-anak musholla Fisip UI Depok di Bojong gede tapi yang gue ajarin waktu itu anak-anak TK dan SD. Jadi begitu Miss Okta bilang ngajar anak remaja agak kagok juga ya dengarnya, pernah sih ngajar anak kuliahan tapi anak remaja itu buat gue butuh special skills. Mereka tipe yang berbeda dari semua step kehidupan manusia, antara gak boleh dimanjain terlalu lebay dan gak boleh dikekang begitu kencang. Jadi kira-kira..seperti kata mbak feti vera kita..”Yang sedang-sedang saja” gitulah.

Di hari H, tiba-tiba aja keponakan gue harus dibawa ke dokter giginya di Pejaten Village. Gue udah khawatir gak bakal nyampe ke ruang hampa tepat waktu karena kudu nunggu mamanya gantian jagain di dokter giginya. Tapi alhamdulillah ya, kalau kita baik maka Allah swt kasih sayang sama kita. Kakak gue tiba tepat waktu, walau pejaten village baru aja kebakaran (13/11) lalu tapi alhamdulillah kami masih bisa antar keponakan ke dokter gigi walau masih ada sedikit rasa bawa menyengat dari gosongan sisa kebakaran malam sebelumnya.

Ruang hampa tanjungbarat ( Foto:Rike)

Ruang hampa tj barat ( Foto:Rike)

Usai Magrib, gue cuz naik gojek ke ruko tanjung mas raya. Baru deh ke ruang hampa yang lokasinya dekat sama pos penjagaan. Setelah makan somay depan jembatan penyebrangan dan sholat isya di mushola ruang hampa akhirnya gue diberitahu sama staff ruang hampa kalau didalam sudah datang siswa yang akan belajar. Tadinya gue kira emang ya..adek-adek sepantar ama keponakan gue yang remaja tetapi ternyata yang datang itu dari kalangan remaja dewasa dimana hampir semuanya udah berusia diatas 17 kali ya. Kirin,salah satu siswanya udah lulus paket c dan sudah bekerja mengatakan kalau kelas bahasa Inggris ini dibuka awalnya merupakan lanjutan dari Sekolah Master Depok. Gue kenal Sekolah Master Depok karena info sahabat di kampus dulu yang ngajar di sekolah ini namanya Anna aka Anastasia yang dulu kerja di Kompas Gramedia.

Terus datang kemudian Abil dan lainnya. Ada perempuan ada laki-laki. Lumayan banyak ada kali ya sekitar 11 orang di dalam kelas. Tapi karena gue belum tahu sudah sampai dimana pelajaran yang diberikan Miss Okta jadi gue pilih hari pertama mengajar di Ruang Hampa ini dengan sharing dan games aja. Buat gue metode mengajar dengan games itu lebih ke praktik, jadi gue bisa lihat kualitas setiap siswa yang gue ajarin udah bisa sampai dimana.

Games memperkenalkan
temanmu in english ya
( Foto: Rike)


Dari 11 orang siswa, yang memiliki skills bahasa Inggris lebih baik ada beberapa orang namun sisanya bukan berarti tidak baik hanya perlu ditrigger supaya menjadi lebih baik lagi. Karena secara basic keliatannya mereka sebenarnya paham beberapa kalimat dalam bahasa Inggris yang diucapkan dirinya, kawannya maupun yang gue ucapkan.  Dan gue alhamdulillah lancar-lancar aja pas ngajarnya. Karena ya mereka ini seumuran sama anak-anak UIN atau Binus yang pernah gue ajar di kampusnya temen-temen gue mengajar.

Di dalam games yang gue ajak bermain di kelas ini juga terdapat komunikasi antara sesama teman siswa sehingga keliatan mereka saling kerjasama untuk saling support. Gue pribadi agak kurang nyaman dengan cara mengajar yang satu arah, gue lebih seneng sambil ngobrol sambil ketawa ketiwi tapi sambil belajar juga. Yang penting ilmunya bisa meresap. Dan semua bahagia Hehe..

Thank you ya Miss Okta dan teman-teman di English Conversation Class Ruang Hampa senang berbagi pengalaman.








Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan