Posts

Showing posts from November, 2018

Bayi Prematur: Pejuang Kecil Yang Luar Biasa

Image
Di dalam keluarga saya, ada dua orang anggota keluarga yang lahir dengan kondisi prematur. Keduanya lahir di tahun yang sama namun di bulan yang berbeda. Bedanya yang satu benar-benar berukuran sangat kecil dan yang satu lagi masih lebih besar dibandingkan yang satunya. Keduanya adalah adik orangtua saya. Adik mama dan adik papa. Keduanya sama-sama bibi saya.
Kata mama, adik mama yang bernama Pipit ini lahir sungguh munggil. Mama ingat sebelum lahir adiknya ini, nenek makan buah durian begitu banyak. Padahal menurut orangtua jaman dahulu, orang yang sedang hamil tidak boleh makan buah durian begitu banyak. Alhasil bayi yang ada di dalam kandungan nenek pun minta dilahirkan sebelum masuk bulan kelahirannya. Seingat saya sekitar 7 bulan.
Bibi saya itu lahir sebesar botol kecap kata mama. Sungguh mungil dengan berat sekitar 1,5 kg saja. Namun berkat ekstra perhatian bayi yang lahir di bulan Februari 1963 itu akhirnya tumbuh besar dengan selamat hingga dewasa dan telah berkeluarga.
Sementar…

Ngajar Bahasa Inggris Pakai Games di Ruang Hampa

Image
Pertama dapat info untuk mengajar di ruang hampa co working space di Ruko Tanjung Mas Raya itu dari Mbak Nur yang menginfokan bahwa ada yang butuh relawan untuk mengajar. Kemudian gue terhubung lagi sama Miss Okta yang berhalangan hadir di hari Rabu malam pukul 19:00-21:00 WIB jadi gue gantiin Miss Okta.
Gue memang pernah ngajar bahasa Inggris sama anak-anak musholla Fisip UI Depok di Bojong gede tapi yang gue ajarin waktu itu anak-anak TK dan SD. Jadi begitu Miss Okta bilang ngajar anak remaja agak kagok juga ya dengarnya, pernah sih ngajar anak kuliahan tapi anak remaja itu buat gue butuh special skills. Mereka tipe yang berbeda dari semua step kehidupan manusia, antara gak boleh dimanjain terlalu lebay dan gak boleh dikekang begitu kencang. Jadi kira-kira..seperti kata mbak feti vera kita..”Yang sedang-sedang saja” gitulah.
Di hari H, tiba-tiba aja keponakan gue harus dibawa ke dokter giginya di Pejaten Village. Gue udah khawatir gak bakal nyampe ke ruang hampa tepat waktu karena kud…

Memanggil Jodoh Dukungan Semesta 5 (Isolasi & ampir kena scam)

Image
Bukan Isolasi yang kayak selotip gitu. Tapi ini soal pria yang suka mengisolasi hidup kita. Pria yang gak ngebolehin kita ngobrol sama teman baik atau sahabat-sahabat kita, yang meminta kita untuk menjaga jarak sama keluarga kita, yang ...yang... pokoknya gak bolehin kita bersama orang-orang yang kita cintai sebelum bertemu dia. Mending, gak usah dilanjutin lagi. Cukupin aja disitu. Cari yang lebih baik.
Jadi kenalanlah gue sama pria ini. Lewat website biro jodoh muslim yang lumayan femes. Awalnya sih nice. Gak masalah sama berat badan gue dan kerjaan gue yang freelance begini. Dan obrolan juga awalnya lancar-lancar aja. Bilang mamanya kena kanker di states, mamanya islam lebanon-belgia papanya nasrani america-french. Orangnya cakep sih tapi agak rapuh kalau ngomong soal keluarganya. Apalagi bahas soal mamanya bisa agak baper-an (Erh.. gue aja yang orangtua dua-duanya meninggal kena kanker ga gini-gini banget). Latar belakangnya dimana bokapnya punya selingkuhan dimana mana dan dia pun…

Urus Paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Image
Akhirnya setelah lewat dua bulan masa paspor berlaku gue habis, gue pun mencari tahu cara mengurus paspor. Karena dengar-dengar dari kakak pertama gue yang kerja di imigrasi dan sahabat gue yang baru aja ngurus paspor, katanya kalau mau daftar musti lewat aplikasi online gitu baru bisa bikin paspor di hari yang disudah disesuaikan tertera dalam jadwal. Katanya sih ini untuk mengantisipasi supaya gak ada lagi yang melakukan ‘kenakalan’ dalam pengurusan paspor. Jadi semua beneran terjadwal.
Awalnya gue mau bikinnya di kantor imigrasi jakarta selatan, cuman karena sinyal wifi gue soak jadi gue pun mencari jalan lain. Kata kakak gue, di kantornya imigrasi Jakarta Pusat sekarang pakai whatsapp untuk daftar. Dan pas nyoba eh iya langsung dapat antrian dan kode booking. Gue daftar itu sekitar tanggal 6/11 dapat antrian untuk tanggal 9/11 untuk antrian jam 10.00- 11.00 WIB.
Walaupun ada kakak yang bekerja di imigrasi Jakarta Pusat tapi ya gue mah daftar kayak orang normal lainnya lah. Nothing s…

Memanggil Jodoh Dukungan Semesta 4 (Punya Standard)

Image
Ini nih kadang yang juga sering kita lupakan saat memanggil jodoh dukungan semesta kita. Punya standard! Bukannya sok jual mahal. Tapi punya standard yang jelas. Tahu maunya apa.
Misalnya udah niat ingin punya suami yang bertubuh lebih tinggi dari kita, terus memaksa diri untuk menerima semua lelaki yang datang kepada kita untuk bisa jadi calon suami, duh iya emang sih semuanya baik tapi sepengalaman gue nih. Ada beberapa laki-laki yang juga punya standard untuk calon istrinya bahkan ada yang rada ekstrem misalnya calonnya itu harus wajib kudu berkulit putih bertubuh langsing plus mata belo plus pintar..eaaa...dan sebagainya. Request sih request tapi kalau kayak gini gue langsung jiper trus kabur abis baca profile begini. Minderrr ...
Nah, kalau laki-laki bisa punya standard begitu, terus kita kenapa gak gitu loh. Kenapa gue bisa bilang begini. Yah, karena ada pengalaman yang berhubungan dengan standard yang pernah gue rasakan ketika dalam pencarian jodoh gue ini.
Jadi masuklah gue terd…

Memanggil Jodoh Dukungan Semesta 3 (Jangan Hanya Kasihan)

Image
Iyah. Jangan hanya karena kasihan. Jangan pernah. Itu sih saran gue yang ketiga. Dari rangkaian tulisan artikel tentang memanggil jodoh dukungan semesta yang gue tulis ini.Tahu kenapa? Beberapa kali gue menerima kehadiran seorang pria dalam hidup gue karena kasihan dan ini berakhir dengan kekecewaan. Gak enak banget deh. Dan bukan karena kualitas pribadinya yang baik. Kalau kita kasihan pada satu dua hal dalam hidupnya tapi juga kualitas pribadinya baik sih itu gak papa juga, tapi udah kita kasihanin eh dia malah ngelunjak. Minta di tabok bener gak sih.
Sebut aja namanya X, pria ini mempunyai anak berkebutuhan khusus. Awalnya gue menerima kehadirannya karena ya itu tadi karena kasihan dengan anaknya. Gue sempat berpikir, ah siapa sih kita kan ntar ujungnya juga kalau udah nikah dia pasti jadi anak gue juga dan jadi part of my family gue juga. Tadinya gue berpikir begitu. Gue mah kan orangnya welcome-welcome aja sama siapa pun yang datang pada gue. Gue berusaha nerima kondisi apapun ini…