Wisata Keluarga Butuh Perlindungan? Asuransi Syariah Allisya Protection Plus Bisa Jadi Jawaban

Berwisata bersama keluarga memang menyenangkan ( Foto: Rike)

Yang suka wisata mana suaranya? Saya juga suka loh berwisata. Apalagi kalau jalannya sama keluarga. Dijamin seru heboh sejagad raya. Pokoknya kalau berwisata sama keluarga itu pasti satu paket deh kisah ceritanya. Ada senang, sedih, gembira, sebal,  bahagia, ceria itu semua ada.

Cuma juga, apa jadinya kalau ditengah perjalanan itu yang terjadi malah hal yang tak mengenakan seluruh peserta wisata keluarga? Nah, saya sendiri punya pengalaman dalam keluarga besar yang lumayan gak enakin rasanya. Memang ini tidak terjadi pada keluarga inti saya, tapi tetap benar-benar membeli rasa trauma, yang perlu waktu cukup lama untuk melunaskannya. Karena bagaimana pun keluarga inti saya tetap merasakan dampak dari kejadian ini.

Kejadian ini terjadi pada keluarga kami berpuluh tahun lalu. Sekitar akhir tahun 1980-an di jalan raya Pantura – Brebes, Jawa Tengah. Serombongan keluarga bersama kedua sepupu saya melakukan perjalanan wisata bersama menuju ke Yogyakarta via jalur darat utara pulau Jawa. Perjalanan ini awalnya berjalan baik-baik saja. Mereka berangkat dari Jatipadang, Jakarta Selatan dengan mengunakan mobil sedan.

Mama saya yang waktu itu tahu mereka sudah berangkat, berpikir semua berjalan baik-baik saja. Kebetulan mereka adalah saudara dari garis Mama. Sampai sebuah telepon berdering di tengah malam, yang membuat gegar seluruh keluarga kami di rumah yang sedang lelap tertidur.

1 detik hidup kita itu sangat berarti ( Foto:Rike)


Telepon itu berasal dari anggota kepolisian atau petugas rumah sakit (saya juga lupa), tapi itu benar kabar tentang keluarga kami, kemudian saya yang sedang tertidur nyenyak, terpaksa bangun karena mendengar mama menangis tersedu-sedu keras dan papa saya masih memegang gagang telepon ke telinganya berbicara dengan orang diujung telepon. Seluruh keluarga kami dikumpulkan setelah papa selesai menerima telepon di tengah malam itu.

Kami sekeluarga diberitahu papa, bahwa terjadi kecelakaan yang telah menimpa keluarga kami, rombongan keluarga kami yang berwisata sekeluarga ke Yogyakarta itu mendapat kecelakaan lalu lintas di jalan raya pantura di Brebes, Jawa Tengah. Kedua sepupu saya selamat, tapi terluka pada beberapa bagian tubuhnya, sedangkan kedua orangtuanya belum diketahui keadaannya, karena keadaannya cukup parah pada keduanya. Untuk itulah mama dan salah satu adik lelaki & perempuannya akan berangkat pagi hari itu segera ke Brebes, Jawa Tengah untuk mengurus mereka yang menurut informasi via telepon sudah berada di rumah sakit Brebes.

Pagi itu mama berangkat naik bus bersama beberapa orang anggota keluarga. Mama & adik-adiknya mengurus semua anggota keluarga yang terluka dan memindahkan seluruh keluarga yang tertimpa kecelakaan itu ke rumah sakit yang lebih baik di Jakarta. Karena memang kedua orangtua sepupu saya ini memerlukan penanganan yang lebih sementara di Brebes saat itu peralatan medisnya masih kurang mencukupi untuk perawatan kecelakaan sampai selesai.

Semua ingin selamat
sampai tujuan kan?
( Foto: Rike)


Sampai di Jakarta, mama bercerita bagaimana kejadian kecelakaan itu sampai mengenai saudara-saudara kami. Mama bilang karena ingin sampai lebih dahulu, saudara kami ini menyalip bus sehingga bisa berjalan lebih dulu. Tapi ternyata dari arah lain ada kendaraan lain sehingga mobil sedan mereka pun terbalik. Yang menyedihkan, karena kejadian itu malam hari. Tak ada kendaraan yang mau berniat baik memberikan tumpangan kepada korban kecelakaan.

Akhirnya saudara-saudara yang sedang dalam kondisi berdarah-darah itu diangkut saling tumpuk oleh sebuah truk pick up dan mereka diturunkan didepan muka rumah sakit umum begitu saja ( kalau menurut versi saudara yang lain itu mereka dilemparkan ke depan rumah sakit). Si supir truk pick up setelah itu juga kabur tak tahu kemana. Menurut mama, kemungkinan si supir takut kalau sampai dijadikan saksi oleh polisi. Jadi dia mau menolong saja, tapi gak mau jadi saksi kejadian kecelakaan.

Di rumah sakit  Islam Jakarta ke 4 orang anggota keluarga kami yang tertimpa kecelakaan ini dirawat sebentar. Kedua sepupu dan ibunya dibolehkan pulang dan rawat jalan, sementara ayah mereka  yang sangat parah terpaksa dirawat di rumah sakit berhari-hari karena perawatan kulit yang koyak terkena imbas kecelakaan. Ditambah operasi hidung ayahnya yang patah sebab kecelakaan itu.

Yang bikin pusing kepala seluruh keluarga besar yaitu biayanya tidak sedikit untuk operasi hidungnya yang patah. Jadilah seluruh keluarga besar urunan untuk bersama membiayai perawatan dan operasi hidungnya itu sampai ia pulih benar. Karena ayahnya kan tulang punggung keluarga dan saat kejadian tidak bisa berdagang untuk sementara waktu karena masih butuh pemulihan.

Saya juga ingat ketika mama membawa pulang bungkusan sarung besar semua milik saudara-saudara saya yang kecelakaan saat perjalanan berwisata bersama keluarganya itu ke rumah kami. Saya sempat tanya pada mbak Turah asisten rumah tangga kami,”Tur, mama bawa apaan sih di bungkus sarung?”. “Ini baju-bajunya keluarga mba X yang kecelakaan di Brebes”, kata Mbak Turah.

Begitu kami buka isinya, seluruh baju penuh dengan darah. Bahkan jins warna biru pucat milik sepupu saya yang biasa ia pakai saja, warnanya jadi coklat kemerahan. Itu adalah pertama kalinya saya melihat begitu banyak warna merah kecoklatan di mesin cuci di rumah saya dan air sisa bekas cuciannya di selokan juga begitu. Karena miris lihatnya, akhirnya saya pun tidak mau lihat lagi dan memutuskan untuk mbak Turah saja yang melanjutkan mencuci baju berdarah itu. Saya tak kuat.

Kaki, tangan, nafas, mata, lidah,
 telinga adalah anugerah
( Foto: Rike)


Sedih. Ya, tentu saja sedih sekali rasanya. Melihat saudara sendiri terluka parah  karena kecelakaan lalu lintas di kota kecil Brebes, Jawa Tengah. Padahal kan niatnya mau berwisata bersama keluarganya. Mau senang-senang rekreasi dan cari hiburan bersama keluarga ke Yogyakarta kok malah jadi begini ya.

Tapi ya itu, saya jadi belajar. Banyak. Kalau saja waktu itu seluruh anggota keluarga saudara saya itu memiliki asuransi syariah seperti mengunakan Allisya Protection Plus, yang juga bisa menjadi asuransi jiwa dan investasi ini, mungkin pertolongan terhadap kecelakaannya waktu itu tidak demikian ya. Pertolongan bisa menjadi lebih menyeluruh. Bahkan kehilangan jari kelingking pun punya nilai dalam asuransi di dalam asuransi syariah Allisya Protection Plus.

Mungkin juga akan lebih beradab penanganannya dan lebih cepat ya cara menolong orang yang sedang tertimpa kecelakaannya kalau punya asuransi syariah Allisya Protection Plus. Gak  pakai di lempar atau diturunin di depan muka rumah sakit begitu saja dan ditinggal kabur sama supir truk pick up yang menjadi saksi dan menolongnya. Kita kan manusia ya.

Keluarga besar juga gak akan pusing-pusing banget kalau sampai di rawat sampai berhari-hari juga biaya operasi kan bisa ditangani lebih baik lagi kalau pakai Allisya Protection Plus. Soalnya asuransi syariah ini juga bisa membantu kita kalau harus berurusan dengan rumah sakit dan menjadi asuransi jiwa daninvestasi ke depan untuk kita.



Allisya Protection Plus, ini merupakan produk andalan dari perusahaan asuransi syariah Allianz. Produk asuransi syariah yang termasuk unit link syariah ini bebas dari hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua umat Islam di muka bumi, seperti tidak ada unsur perjudian (maysir), unsur maksiat, unsur aniaya (zhalim), penimbunan (komoditi), unsur riba (bunga), suap (risywah) dan penipuan/ketidakjelasan (gharar).  

Asuransi syariah Allisya Protection Plus juga memiliki karakter syariah yaitu berlaku untuk seluruh alam tanpa batas (universal) bahkan seorang warga negara asing pun bisa mengunakan asuransi syariah Allisya ini, mengelola dana nasabah dengan transparan, memiliki hubungan yang positif (adil), mengikuti zaman ( fleksibel) dan yang paling utama mempunyai sifat tolong menolong antar sesama nasabahnya.

Uang nasabah asuransi syariah yang dititipkan kepada Allianz Syariah itu masuk kedalam dana tabarru’ (iuran untuk saling tolong menolong antar nasabah), dana investasi peserta sesuai syariah (disini Allianz Syariah benar-benar selektif dan ketat dalam menangani dana nasabah dengan mengembangkannya ke dalam bisnis yang benar-benar syari loh, jadi Allianz Syariah gak mau bekerjasama untuk investasinya dengan perusahaan minuman keras, rokok, perbankan konvensional, tempat judi, pencucian uang, pornografi, prostitusi termasuk bisnis daging babi) dan dana ujrah untuk perusahaan sebagai pengelola. Nasabah juga harus melalui akad/kontrak sehingga terang jelas apa yang menjadi hak dan kewajiban bagi nasabah kepada pihak pengelola Allianz Syariah.


Siapapun ingin
 kembali bersih
(Foto: Rike)


Surplus underwriting atau bisa disebut juga surplus sharing untuk nasabah asuransi syariah Allisya Protection Plus ini didapat dari perhitungan sebagai berikut: 

Total pendapatan (iuran yang berasal dari kontribusi seluruh peserta polis asuransi syariah, dana klaim dari reasuransi) dikurangi Total pengeluaran ( pembayaran santunan kepada para peserta yang melakukan klaim, pembayaran iuran ke pihak reasuransi, kenaikan cadangan teknis) = Surplus Underwriting (selisih lebih).

Surplus underwriting asuransi syariah Allianz Syariah ini kemudian menjadi bagian Tabarru’ fund sebanyak 20%, sharing ke perusahaan sebagai pengelola sebanyak 20%, dibagikan kepada peserta sebanyak 60% dan terdapat pemotongan premi tahun berikutnya. Sedangkan bila terjadi defisit underwriting maka dibebankan kepada dana tabarru’ secara otomatis dalam bentuk pinjaman Al Qardh dari perusahaan. Pengembaliannya dilakukan melalui surplus underwriting tahun-tahun mendatang.

Ohya untuk surplus underwriting-nya nih hitungannya seperti ini:  
untuk surplus per polis itu tuh = Total Iuran Tabarru peserta dalam 1 tahun : Total iuran Tabarru’ seluruh peserta dalam 1 tahun X Surplus milk para peserta. 

Nah itu tuh hasilnya bisa berbeda beda karena kan premi tiap masing-masing orang kan berbeda-beda ya. Ada yang 1 polis asuransi syariah ini bisa sampai mendapatkan sekitar Rp 26.000.000 (surplus tertinggi) ada juga yang 1 polis hanya mendapatkan sekitar Rp 5.000 (surplus terendah). Kalau preminya besar ya pastinya akan dapat besar juga surplus underwritingnya begitupun sebaliknya.

 Ingin anak mandiri
ketika kita tak ada lagi
( Foto: Rike)


Asuransi syariah Allisya Protection Plus ini pesertanya bisa dari umur 18 tahun sementara pihak yang diasuransi bisa 1 bulan sampai 70 tahun sedangkan masa proteksi hingga usia  100 tahun. Untuk manfaat dasarnya  itu pihak yang diasuransi meninggal sebelum usia 100 tahun maka akan ada santunan meninggal dunia + nilai investasi sementara pihak yang diasuransikan hidup di usia 100 maka saldo nilai investasi yang didapatkan. Jadi sebagai asuransi syariah Allisya Protection Plus itu juga bisa menjadi asuransi jiwa dan investasi bagi pesertanya.

Asuransi syariah ini pun memberikan manfaat tambahan lainnya seperti santunan cacat tetap total (TTP & TPD Acc), santunan cacat atau meninggal akibat kecelakaan (ADDB), santunan biaya sakit kritis ( CIA, CI+ & CI 100), rawat inap/ hospital & surgical care dan term life. Serta dalam asuransi syariah Allisya Protection Plus ini juga ada pembebasan premi karena CIA, CI+/TPB (PB), pembebasan premi spouse karena CIA, CI+/TPD (SPB), pembebasan premi karena meninggal (PP) dan pembebasan premi spouse meninggal (SPP).

Untuk kontrobusinya asuransi syariah Allisya Protection Plus bisa tahunan, semester, kuartal atau bulanan. Dari Rp 300.000/bulan sampai Rp 2.400.000 /tahun. Untuk top up berkalanya juga bisa tahunan, semester, kuartal atau bulanan. Dari Rp 100.000/bulan hingga Rp 1.000.000/tahun.

Untuk produk asuransi syariah Allisya Protection Plus ini ada biaya-biaya yang perlu diketahui juga sama nasabah. Jangan pernah berpikir kalau mau investasi di asuransi syariah, langsung kaya dan langsung ongkang-ongkang kaki dapat uang. Big No-No! Ternyata kita juga perlu tahu nih. Pada tahun tahun di awal kita berinvestasi dengan asuransi syariah ada alokasi kontribusi. Misalnya nih di tahun pertama ada alokasi kontribusi sebesar 25%, tahun ke-2 60%, tahun ke-3 85%, tahun ke-4 92,5%, tahun ke-5 92,5% dan tahun ke-6 sampai seterusnya 105,26%. Sedangkan untuk alokasi top upnya 100%.

Pihak asuransi syariah Allianz Syariah yang concern kepada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan tidak bermain main soal ini, sehingga pihaknya membuat persyaratan untuk nasabah yang ingin top up berkala dan top up single. Misalnya nih untuk top up berkala batasannya itu 3x premi berkala dan untuk yang ingin top up single itu hanya bisa 5 X UP/tahunnya. Tidak ada biaya penarikan/ pembatalan polis.

Al Maidah ayat 2, sudah seharusnya
 kita saling tolong menolong
( Foto: Rike)


Asuransi syariah Allisya Protection Plus ini juga ada biaya administrasinya sebesar RP 35.000/bulan. Ada juga biaya akusisi dan pemeliharaan yang di tahun 1 sebesar 75%, tahun ke 2 sebesar 40%, tahun ke 3 sebesar 15%, tahun ke 4 sebesar 7,5%, tahun ke 5 sebesar 7,5%, baru di tahun ke 6 dan seterusnya sebesar 0%. Ada juga biaya pengelolaan resiko yang juga masuk sebagai ujroh sebesar 50% dari Tabarru’ (COI), ada cuti kontribusi (premium holiday) setelah tahun ke 5 yang mana bisa cuti membayar premi tapi tetap terproteksi oleh Allisya Protection Plus dan jumlah risiko awalnya tidak digabungkan dengan smartlink.

Tabarru’ dalam asuransi syariah Allisya Protection Plus ini ratenya berdasarkan usia, pekerjaan, kesehatan, jenis kelamin. Tabarru’ di tahun pertama akan dipotong secara proporsional di bulan ke 13 sampai dengan 36. Sementara untuk Tabarru’ flexi care akan di charge di bulan ke 13 sampai dengan 24.

Untuk withdrawal yang nasabah asuransi syariah Allisya Protection Plus perlu tahu bahwa minimumnya itu Rp 1.000.000, minimum sisa saldo Rp 2.000.000 ( ini harus banget disisakan senilai jumlah ini), dapat dilakukan pada saat cuti kontribusi dan tidak diperkenankan pemulihan dana yang sudah ditarik. Sedangkan ketentuan underwriting mengikuti ketentuan underwriting non syariah dan berlaku extra premi.

Untuk Locked in 2 year maka nasabah asuransi syariah Allisya Protection Plus membayar kontribusi dalam  2 tahun pertama berturut-turut sejak polis diterbitkan. Untuk Cooling Off Period ditetapkan maksimum 14 hari kalender sejak polis diterima dan untuk polis Lapse ada surrender atau nilai investasi yang tidak mencukupi.

Terus nih di asuransi syariah Allisya Protection Plus  kalau ada switching itu gratis untuk 5x dalam 1 tahun dan biaya sebesar 1% atau minimal Rp 100.000 untuk switching lebih dari 5 X per tahun. Minimum dana switching Rp 1.000.000, dapat dilakukan pada saat cuti premi dan mengunakan harga beli.

Dan untuk asuransi syariah Allisya Protection Plus ini ada biaya pengelolaan investasi maka ada wakalah bil Ujrah 2% dari fund ( untuk fixed balanced dan equity fund) juga ada grace period yaitu selama 45 hari sejak tanggal jatuh tempo terakhir.



Semua ingin dikenang
( Foto: Rike)


Allianz Syariah pengelola asuransi syariah Allisya Protection Plus, yang berada dibawah grup perusahaan asuransi Allianz ini juga mendapat dukungan pemerintah Republik Indonesia, diantaranya adanya perihal asuransisyariah di Undang-Undang No.4 Tahun 2014 pasal 1 ayat 2, ada juga Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang asuransisyariah Allianz Syariah berada termasuk di dalamnya juga asuransi syariah dari Allianz Syariah selalu diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah untuk tetap selalu berada di karidor syariah-nya.

Selain itu saat ini kan makin banyak masyarakat Indonesia yang semakin tinggi kesadarannya akan kehalalan suatu produk, sehingga pihak asuransi syariah Allianz Syariah juga merasa perlu mendukung gerakan kembali ke Islam yang kafah ini dengan melakukan yang terbaik lewat kegiatan yang lebih mempunyai nilai berarti bagi nasabahnya, sesuai dengan kepercayaan umat Islam di Indonesia.

Pihak Allianz Syariah juga selalu memberikan layanannya sesuai dengan kebutuhan asuransi syariah masing-masing pribadi seperti untuk seorang ibu rumah tangga itu bisa berbeda dengan seorang pilot, tentara atau pekerja tambang. Sehingga apa yang diberikan menjadi perlindungan maksimal terhadap pribadi masing-masing nasabahnya.

Nah, itu maka bagi yang suka wisata bersama keluarga, kenapa gak coba daftar ke asuransi syariah di Allianz Syariah. Banyak kok agen-agen tenaga pemasar asuransi syariah Allianz Syariah yang siap membantu kita untuk mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi syariah mereka. Sehingga kisah yang saya ceritakan didepan tadi dapat segera ditangani dengan lebih baik lagi.

Gak perlu lagi dilempar ke depan muka rumah sakit dan ditinggal kabur supir truk saksi kejadian kecelakaan. Dan wisata keluarga pun jadinya bisa tetap terlindungi, aman sampai di tempat tujuan karena yakin ada yang asuransi syariah Allisya Protection Plus yang menemani sepanjang perjalanan berwisata.


Yang selalu membuat rindu,
Labbaik Allahumma Labbaik
(Foto: Rike)


Enaknya lagi nih saat ini pihak perusahaan asuransi syariah Allianz Syariah saat ini sedang memberikan KadoUmroh Allianz, kesempatan umrah mampir ke baitullah Mekkah Al Mukarramah dan Madinnah Al Munawwarah kepada para penulis dengan mengikuti kompetisi menulis.  Siapa tahu menang dan dapat hadiah utama umrah eh kita jadi bisa puas-puasin deh mendekati  Allah SWT dengan thawaf, sai dan beberapa ibadah sholat yang selalu bikin rindu sampai kapan pun.

Ah, semoga saja teman-teman penulis bisa lolos juga ya dapat  KadoUmroh Allianz, dipanggil ke Mekkah Al Mukaramah yang selalu membuat kangen dan rindu itu. Semoga aja bisa minum bergelas-gelas air zam-zam lagi sampai kembung perut. Semoga saja bisa berada di pusaran berputar sambil mengingat Allah SWT bersama-sama ribuan orang dari seluruh penjuru muka bumi. 

Semoga aja bisa mendapat kesempatan duduk sambil menikmati zikir tenang diantara ribuan orang yang sedang lewat berkeliling Kabah. Semoga bisa berduaan saja sama Allah SWT sambil mengaji dari pagi sampai pagi lagi di dalam rumah ibadah umat Islam sedunia itu. Semoga bisa beribadah dengan tenang juga ditemani dengan asuransi syariah Allianz Syariah lewat KadoUmroh Allianz disana ya. Semoga saja doa ini sampai. Aamiin..


Ahh aku  jadi rindu pada-Mu Ya Allah...Labbaik Allahumma Labbaik...


#AllianzSyariahIsNow #Allianz #AllianAsuransiSyariah #Asuransi #AsuransiSyariah











Comments

  1. Waduh jangan sampai ya kita-kita saat senang-senang liburan dapat musibah.

    Adanya asuransi liburan seperti ini,jadi tercover jika terjadi hal-hal uangbtak diinginkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. amit amit jabang bayi semoga perjalanan selalu dimudahkan. dan pakai perlindungan dari asuransi syariah paling tidak ketika ada kejadian tak terduga kayak diatas kita bisa menanganinya dengan lebih baik ya mas.

      Delete
  2. Aku selama ini udh bilang k suami, pokoknya kalo udh tua nanti, aku ga mau kalo sakit hanya ngandelin bpjs. Ga banget dah itu. Makanya aku lgs bikin asuransi utk sekeluarga, ini beneran buat protect aku suamibdan anak2. Memang sih ada asuransi kantor yg kebetulan limitnya tinggi, tp itukan hanya berlaku selama aku masih jd karyawannya. Setelah resign ato pensiun, ya bhabhay :p.

    Makanya pentinggg banget punya asuransi yg bagus. Ntr aku mau tanya2 lbh lanjut ttg yg allianz punya ini. So far si aku sekeluarga masih percaya sama manulife. Tp ga ada salahnya kalo buka premi lg di asuransi yg berbeda :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan