Ke Malang Kita, Bukan Ke Bulan (Part 4 - Habis)

Bandara Abdurahman saleh di Malang Jawa Timur ( Foto: Rike)



Kembali lagi bersama Tim Lodoh (akyu, Miss Cicih & Om Yance) yang tidak ingin move on dari kota Malang tercinta. Bangun pagi, kita langsung packing. Tapi kali ini kita menyiapkan waktu menikmati makanan pagi terakhir di kota Malang untuk hari terakhir di dalam hotel Shalimar. Waktu lebih yang ada kita putuskan untuk buat foto-foto selfie lebih lama di dalam hotel Shalimar.  

Kapan lagi pose-pose ala majalah sekelas Tatler. Anggep aja jadi model di majalah-majalah itu. Walau dengan wajah standard pun kita bisa juga kok jadi model, tapi yeahhhhh.. untuk konsumsi handphone pribadi udah paling pol, minimal blog ama sosmed pribadi dah. 

Soalnya siapa sih yang mau bayar mahal seorang anggota Tim Lodoh kayak kita. Yang ada agency model pada kabur sebelum kita casting di kantor mereka. Kalah deh kuntilanak. Kita mah kan kerjanya di belakang layar aja bisanya. Biarlah yang tampil itu orang lain, gak mengapahhhh. Hikss hikss... emang gini dah nasib kitah... DIBELAKANG LAYAR SAJAHHHHHH, KAGAK BOLEH DIDEPANNNN!!! LOL.

Alun-alun kota Batu, we gonna miss you ( Foto: Rike)

Alun-alun kota Batu, we gonna miss you ( Foto: Rike)

Alun-alun kota Batu, we gonna miss you ( Foto: Rike)


Karena tujuan utama kerja itu kan ibadah yah. Kalau kerja nyari ngetop doang mah sia-sialah hidup kita ini. Bentar..bentar ini kok udah mulai beda ranahnya gue ngomong. Ntar gue disangka mau nyaplok lapak orang lagi. Ntar gue jadi ustadzah berbayar lagi,  ntar disangka blog ini blog khusus edisi ceramah ya eaaa....

Eh..eh.. apa sih kita balik lagi yuk ke cerita Tim Lodoh. Karena kita kan boarding siang hari. Jadi pagi dari sekitar jam 9 kita udah ditungguin sama om Taxi. Setelah puas jadi model ala majalah tatler-tatler-an, kita yuk dadah bubye sama kawan-kawan di kota Malang.

Kita naik Garuda Indonesia dari bandara Abdurahman Saleh, Malang - Jawa Timur. Biasalah pilihan Miss Cicih, gue mah diangkut apapun okeh. Gue tuh sempet agak takut kuping gue bermasalah lagi kayak terakhir pulang dari Malang ke Jakarta. Soalnya kuping gue kan agak bermasalah ya waktu itu. Nyeri gitu pas di ketinggian 36.000 kaki diatas permukaaan. Dan it was my worst flight i've ever had dah. Pulangnye 2 hari nyeri di kepala sebelah baru hilang.

PP naik Garuda Indonesia ( Foto: Rike)


Tapi Alhamdulillah sih kemaren gak kenapa-kenapa selama di atas pesawat. Yang ada gue tidur nyenyak banget. Hihi gak ada yang perhatiin gue lagi ngiler kan. Gak ada cctv kan di pesawat? Itu tolong dihapus ya kalau gue lagi ngiler di pesawat Garuda-nya. Gak berasa soalnya LOL. Sampai baru sadar beberapa menit Om pilot bilang, pesawat yang kita tumpangi bakalan mendarat di bandara Soekarno Hatta Cengkareng - Jakarta.

Karena koper gue gak gue masukin ke bagasi ( padahal Garuda Indonesia mah boleh masup bagasi kan ya) jadi itu koper sisaan umroh 14 tahun lalu gue geret-geret. Om Yance sempet gemes sama gue bawa-bawa koper. Tapi yaaa bomat dah kan biar gak kelamaan nyari-nyari koper di bagasi. Tahu sendiri kalau kita berangkat sama Miss Cicih kita kudu siap sedia mempertahankan menyelamatkan (udah kayak ABRI yak:D).

PP naik Garuda Indonesia ( Foto: Rike)

PP naik Garuda Indonesia ( Foto: Rike)


Nyampe Jakarta. Miss Cicih dan gue masih belum mau move on dari kota Malang – Jawa Timur. Kota yang kolam renangnya sedingin es di kulkas freezer di pagi hari. Kota yang soto ayamnya pake koyah enak. Batu yang makan rame-rame cuman abis Rp 80.000 ajah. Pecelnya. Rawonnya yang dagingnya tebel bin gede-gede itu. Haaaaa.... gak pengen nyampe sini...pengen ketinggalan di Malangggggg....


See you again Malang, we gonna miss you ( Foto: Rike)


Tapi yaaa kami harus menerima kenyataan. Bahwa kita harus kembali ke alam nyata, terbangun dari mimpi indah bertualang di Malang negeri khayangan. Sampai makan siang di Tebet, kita pun pisahan sama Om Yance yang udah di tunggu clientnya di salah satu restoran disana. Kita pun pulang ke rumah masing-masing.

Sambil mengutuki siang panas terik hari itu di Jakarta, 
kita tetap gak bisa move on dari Malang.



( END).



Comments

  1. Salam kenal bloggers, boleh dong kunjungi blog ku https://fulfikablog.wordpress.com/2018/07/26/ternyata-ada-yang-tidak-kita-ketahui-tentang-pt-rapp/ :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Ariful, sudah kukunjungi ya blognya. terima kasih sudah singgah:) semangat terus ya

      Delete
  2. wah, wisata ke Malang selalu jadi agenda saya yang belum kesampaian. Kepengen mersakan udaranya yang sejuk, hijau tanaman yang subur, dan yang pasti spot-spot keren untuk para traveler dong, oh iya juga kulinernya. so sad dengan kondisi telinganya selama di pesawat, untung balik ke Jakarta gak kejadian kepala sakit sebelah gitu lagi yaa. Enjoy traveling.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, makasi. Alhamdulillah sehat-sehat dan selamat sampai Jakarta. Gak kambuh sakit kepalaku. Walau masih kangen Malang sampai detik ini hehehe...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan