Gimana Sih Rencana Keuangan Yang Bikin Kita Bebas Sulit Saat Ada Kejadian Diluar Dugaan?

Rencanakan keuangan (Foto: Allianz)


Hmm..judulnya berat juga nih. Tapi tenang aja ya. Bakal saya bikin simple kok. Karena kalau kita tambah beratin hidup, waduh nambah pusinglah kepala pembaca blog. Maka itu nih mau kasih pendapat tentang gimana sih rencana keuangan yang bikin kita bisa terbebas dari kesulitan ketika ada kejadian diluar dugaan kita.

Nah, sebelum ngebahas lebih jauh. Kalau dari ikut permainan yang saya ikuti di dalam mini workshop untuk Blogger support by Allianz Indonesia di Allianz Tower lantai 7 ruang Bandung, hari Senin (13/08) lalu (bisa baca ringkasannya di tulisan saya sebelumnya ya disini). Saya meilhat dari permainan monopoli keuangan yang diadakan Allianz Syariah ini ada beberapa kejadian diluar dugaan yang dapat mempengaruhi kehidupan perekonomian dan keuangan seorang manusia diantaranya seperti kejadian PHK dari kantor tempat bekerja, adanya wabah penyakit yang menyerang kepada kita atau anggota keluarga, terkena penyakit kritis yang membutuhkan biaya sangat besar.

Tapi diluar mini skenario-skenario yang digambarkan yang nyaris mirip kejadian real di dalam permainan monopoli keuangan Allianz Syariah ini, kayaknya ada juga banyak deh kejadian lain yang bisa beresiko mempengaruhi kehidupan perekonomian dan keuangan kita. Mungkin waktu kemarin kita bermain monopoli waktunya kurang panjang ya hehehe.. maunya saya ini mah. Ya niatnya kan biar bisa eksplor lebih jauh tentang gimana sih supaya terbebas dari kesulitan kalau ada kejadian diluar dugaan kita.

Hitung hitung hitung (Foto: Allianz)


Nah kejadian diluar dugaan seperti adanya kejadian kematian tulang punggung keluarga, kebakaran, kehilangan, kecurian, bencana alam kayak gempa di lombok, kebanjiran, tsunami dan lainnya. Yang memang berdampak pada kita semua sehari-hari yang hidup di muka bumi ini.

Cuma ya itu tadi. Gimana sih  sebenarnya supaya kita terbebas dari kesulitan ketika ada kejadian yang tidak terduga yang menimpa kita dan keluarga. Kalau berdasarkan pengalaman dan mendengarkan masukan dari teman-teman di Allianz Syariah sih, sebenernya rencana keuangan inilah yang seharusnya menjadi kunci dari strategi pertahanan kita, ketika kita harus menghadapi suatu permasalahan berkaitan dengan keuangan.

Misalnya nih. Sebelum kejadian tak terduga terjadi kita tuh udah menyiapkan segala hal. Memang sih kita gak tahu kapan datangnya kejadian tak terduga itu datang. Seperti kematian dan terkena penyakit, tapi ada kok cara untuk melihat sesuatu itu lebih besar. Kalau seingat gue nih ada cerita teman sekolahnya kakak dulu waktu jaman SMA.





Jadi teman kakak saya ini adalah anak paling tua, baru kelas 1 atau 2 SMA sementara ada dua adik-adiknya yang tinggal bersamanya yang juga masih bersekolah. Mama-nya yang sakit-sakitan itu suatu hari meninggal dan papa-nya sudah berkeluarga lagi. Walau papanya jarang memberikan santunan kepada anak-anak dari mama-nya ini, tapi ternyata mama-nya itu sebelum meninggal sudah mempersiapkan beberapa hal yang berkaitan dengan rencana keuangan keluarganya ketika suatu saat nanti ia pergi meninggalkan anak-anaknya. Jadi walau keadaan hidup itu kadang begitu menyedihkan kita lihat, namun anak-anak-nya itu tetap bisa survive dalam keadaan sulit.  Saya sendiri sampai salut. Saya belum tentu bisa seperti mereka.

Syukur alhamdulillah keuangan anak-anak (adik-adik dan teman kakak saya) itu ternyata sudah memiliki beberapa persiapanan. Seperti bunga deposito yang ibundanya tabung dapat digunakan untuk pendidikan dan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Uang santunan dari asuransi juga akhirnya dibagi kepada semua anak-anak untuk kemudian jadi tabungan dan kepentingan sehari-hari mereka. Walau sekarang saya sudah tidak pernah bertemu muka lagi dengan teman kakak saya itu, tapi saya ingat cerita ini terekam dalam memori saya.

Ada juga cerita dari kakak saya yang lain, gimana seorang pengantin baru yang bekerja sebagai dosen di universitas negeri yang tidak diberikan hadiah atau uang oleh orangtua sebagai kado pernikahan, tapi hanya diberikan oleh orangtuanya sebuah investasi surat saham yang ternyata dikemudian hari melonjak harganya dan malah berguna untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Muka serius, mikir mau
 beli apa sama
mbak banker ( Foto: Allianz)


Dilain waktu untuk menangani kejadian tak terduga sebenarnya bisa juga nih kita minjam ke bank walau prosedurnya panjang ya, juga bisa meminjam teman atau saudara tapi ya gitu deh. Kadang kalau minjam sama teman atau saudara kadang kita suka banyak gak enak hatinya. Taulah, gak semua saudara dan teman yang benar-benar baik mau menolong saat kita sedang kesulitan. Maka itu kita kudu bener-bener sentive banget nih radarnya mana saudara atau teman yang mana yang bisa kita pinjamin uang dulu. Cuma ya saya sih gak nyaranin terlalu banyak minjem teman atau saudara, karena ya itu tadi mereka kan juga punya kebutuhan sendiri-sendiri juga ya. Mereka punya keluarga juga.

Nah...jadi kalau saya melihat memang rencana keuangan yang sudah terrencana dengan baik, menurut pendapat saya ini, bisa menjadi langkah bagi kita untuk menghadapi keadaan yang sulit yang dapat terjadi kapan saja. Istilahnya kalau di hantam badai seberat apapun kalau sudah punya amunisi yang baik inshaallah bisa ngebantu meringankan diri kita dan keluarga kita sendiri. Ketimbang tanpa rencana keuangan sama sekali.

Dan kawan-kawan pembaca, dari permainan yang saya ikuti bersama mini workshop untuk blogger kemarin saya malah juga menemukan bahwa dalam keadaan apapun kita butuh orang lain. Tidak ada didunia ini yang hanya berjalan sendirian. Kita butuh bank, asuransi, deposito, saham, investasi bahkan kita juga butuh teman dan saudara untuk membantu dalam menjalani kehidupan ini

Jadi ya..saya juga ah mau merapihkan barisan bareng teman-teman yang sudah punya rencana keuangan lebih baik juga ah. Biar ikut tertular punya hidup yang lebih baik ke depan. Supaya juga di lain waktu bisa meringankan hidup saya sendiri dan hidup orang lain di sekitar saya.


Cheers amigo.

#AllianzSyariahIsNow #Allianz #AllianAsuransiSyariah #Asuransi #AsuransiSyariah


Comments

  1. Dulu sebelum kerja di bank, aku boros abis2an. Pas udh kerja di bankpun, tp blm nikah, msh aja boros :p. Barulah setelah nikah, mulai kepikiran utk lbh mengatur keuangan keluarga. Susah awalnya, tp lama2 asal disiplin dan gampang tergoda mengambil uang tabungan, trus belajar ttg asuransi dan reksadana, baru deh, pelan2 aku mulai bisa mengatur keuangan :). Pokoknya ga pengen aja anak2 bakal telantar kalo sampe aku dan suami kenapa2

    ReplyDelete
  2. Dulu sebelum kerja di bank, aku boros abis2an. Pas udh kerja di bankpun, tp blm nikah, msh aja boros :p. Barulah setelah nikah, mulai kepikiran utk lbh mengatur keuangan keluarga. Susah awalnya, tp lama2 asal disiplin dan gampang tergoda mengambil uang tabungan, trus belajar ttg asuransi dan reksadana, baru deh, pelan2 aku mulai bisa mengatur keuangan :). Pokoknya ga pengen aja anak2 bakal telantar kalo sampe aku dan suami kenapa2

    ReplyDelete
  3. Hallo mbak fanny terima kasih sudah singgah. iya aku pun mulai menyicil pelan pelan, kita gak tahu ke depan tapi paling tidak kita berusaha agar orang-orang yang kita tingalkan tetap bisa menjalani kehidupannya dengan baik inshaallah ya mbak.

    aku tahu rasanya gimana ditinggal orangtua. dan itu tidak mudah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan