Siap! Dompet Dhuafa Sambut Ramadhan 1439H Untuk Kebaikan Sesama




Gula Semut Dompet Dhuafa, kesukaan kesayangan akoohh ( Foto: Rike)



Judulnya kok agak berbau militer, ya? Iya, soalnya kan acara ini sesuai dengan tema Dompet Dhuafa Blogger & Media Gathering yang digelar di Gedung Graha Bima Sakti, Kompleks TNIAU Pancoran Jakarta Selatan (08/05/2018). Dompet Dhuafa, lembaga nirlaba yang sebentar lagi berusia 25 tahun, menyatakan bahwa dirinya siap sedia untuk menyambut bulan Ramadhan 1439H. Dan tahu sendiri kan orang-orang yang bekerja di dunia militer itu selalu siap sedia masuk ke medan tempur ya.


Jeruk lemon hasil panen Dompet Dhuafa ( Foto: Rike)


Sama siapnya deh kayak para pejuang kebaikan kita. Namun medan pertempurannya itu kali ini adalah bulan suci Ramadhan 1439 H ya. Dimana umat Muslim diuji ketahanan mental dan fisiknya di bulan tersebut. Maka itu tenang ya saudara-saudara, gue bakalan bercerita tentang kehadiran gue kemarin di acara Dompet Dhuafa itu. 

Hmm.. Datang ke Acara Dompet Dhuafa Blogger & Media Gathering kali ini juga menjadi hal yang agak emosional buat gue pribadi, yang mengingatkan gue sama almh.mamah. Gimana gak? Gedung itu seinget gue kan dulu part of Rumah Sakit Bersalin Seruni TNIAU Pancoran, dimana 38 tahun lalu gue lahir disitu. Hahaha.. nostalgia masa bayi ini namanya.


Pihak Dompet Dhuafa jelaskan tentang
produk Kopi dan Gula Semut ( Foto:Rike)


Gue inget terakhir masih jadi bagian depan Rumah Sakit Bersalin Seruni itu bagian depannya rumah sakit, gue besuk tante gue yang baru lahiran adek sepupu gue yang sekarang udah punya anak 2 hahaha.. Gue inget bokap parkir mobil di depan, trus gue ngeluyur ngajak nyokap masuk ke ruangan tempat bayi-bayi tidur, karena excited banget pengen lihat adek sepupu gue si Mira, yang waktu itu baru lahir. Tapi tahun berlalu, gedung itu berubah.  Gue tumbuh membesar dan nyokap berpulang ke Rahmatullah. Duduk di dalam ruangan itu...jadi beneran rindu almh.mamah. Bentar ambil tisue usap aermata. Aaaah sudahlahhhh..marilah kita lanjut ke cerita tentang acaranya Dompet Dhuafa lagi ya.


Kopi Gayo DD dan Kopi
Kemloko Temanggung DD ( Foto:Rike)


Disana gue langsung registrasi. Gue lihat beberapa orang teman blogger udah datang duluan. Ada juga yang masih cuiit-cuiit di wa group. Gue sholat dulu baru berkeliling ruangan. Eh di bawah gue ketemu sama mbak Annisa. Mbak Annisa kasih voucher buat gue dan tahu kan apa yang gue pengen beli di stand De Fresh dan Daya Martnya Dompet Dhuafa

Wooowwww
Gula Semut DD ( Foto:Rike)


Apalagi kalau bukan jreng jreng jrengggg... Gula Semut Dompet Dhuafa!!!! Sebenernya pengen beli Kopi Gayo Dompet Dhuafa, cuman mata gak lepas dari cemilan lainnya, yaudah jadi kopi diganti dulu sama cemilan dulu dong. Nah kalau si Gula Semut Dompet Dhuafa tuh ya produk hasil dampingan Dompet Dhuafa yang dibuat oleh Koperasi Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) Manggar Sari, Desa Worowari-Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan – Jawa Timur. 


Gula Semut
Dompet Dhuafa ( Foto: Rike)

Gula Semut Dompet Dhuafa ini terbuat dari 100% nira kelapa (coconut nectar). Bisa dipakai buat pemanis di minuman kopi, roti dan makanan lainnya. Cuma kalau gue sukanya Gula Semut Dompet Dhuafa ini tuh diseduh air hangat langsung, terus diminum buat buka puasa, buat gantinya minum teh manis kalau lagi bosan atau ya jadi teman kalau lagi ngetik malam-malam. Kadang minuman Gula Semut  Dompet Dhuafa anget ini gue tambahin susu kental manis aka krimer atau tambah geprekan jahe makin josss lah ini racikan minuman Gula Semut Dompet Dhuafa. Silahken dicoba ya pepemimiereressyyaahh...

Kopi dan Gula Semut
DD dalam wadah parsel ( Foto:Rike)


Nah, selesai belanja-belanji di stand defresh dan dayamart, gue beredar ke tempat lain. Di ruangan yang sama juga ada bawaberkah.org. Standnya lucu, cukup cozy bergaya jaman now. Dengan tempat duduk bean chairnya yang warna warni. Nah jadi bawaberkah.org itu adalah salah satu produk Dompet Dhuafa, sebuah crowd funding digital sekaligus sebagai komunitas mitra penghimpunan yang lebih luas. Masuk ke bawaberkah.org ini gampil banget gaes. Cukup masuk pakai akun facebook trus tinggal pilih deh mau bantu sodara kita yang butuh di dimana dan mau bantu yang mana. Tinggal ketak-ketik via hp doang trus buka e-banking, transfer, nanti kata si mbak dari bawaberkah.org kita bakal nerima notifikasinya kalau kita tuh udah nyumbang ke bawaberkah.org. Coba aja gue kenal bawaberkah.org dari dulu ya, jadi kan gue gak repot ngeblast pesan satu per satu via wa group. Donaturnya bisa siapa aja dan kayaknya cakupannya lebih luas ya, gak seputar teman-teman kita aja ya. Bisa aja dari sabang sampai merauke deh. Nah berbarengan sama acara Blogger & Media Gathering Dompet Dhuafa ini juga, bawaberkah.org dilaunching. Tapi bentar-bentar.. kita lanjutin dulu nih obrolan kita tadi. Nah yang pengen tahu lebih jauh bisa mampir kesini ya.

Mbak dari bawaberkah.org ( Foto:Rike)


Jadi Dompet Dhuafa yang tahun ini bakal berusia 25 tahun, udah bersiap-siap untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1439H. Yang datang menjadi pembicara di acara kali ini itu Ihsan Taroreh (ituloh mas penyanyi jebolan salah satu ajang pecari bakat terkenal itu),Bapak Urip Budiarto (GM Resources Mobilization Dompet Dhuafa/Ketua Ramadhan DD 1439 H), dr. Reza Ramadhoni (dokter LKC Dompet Dhuafa), Kak Syaf atau M. Syafii El-Banatanie (Direktur DD Pendidikan) dan Bambang Suherman (Direktur Resources and Mobilization Dompet Dhuafa).  

 
Pembicara di acara gathering DD ( Foto:Rike)

Pembicara dari Dompet Dhuafa terutama Kak Syaf dan dr. Reza itu yang gue simak lebih detil, mereka itu menceritakan gimana mereka turut membesarkan lembaga nirlaba ini dengan membentang kebaikan untuk sesama. Baik di bidang pendidikan, dimana tidak sedikit adik-adik dari kalangan kurang mampu yang mendapat beasiswa dan bisa melanjutkan pendidikan bersama Dompet Dhuafa. Gimana mereka berusaha menyakinkan masyarakat dari kalangan tidak mampu untuk akhirnya mampu berkembang bersama Dompet Dhuafa


Mas Ihsan Taroreh sedang
bicara tentang DD ( Foto:Rike)


Atau di bidang kesehatan, gimana masyarakat bisa menikmati layanan gratis dari Dompet Dhuafa yang kini sudah mempunyai Rumah Sakit Khusus di Lampung dan di Parung, Jawa Barat. Sementara dahulu sakit itu bak momok menakutkan bagi kaum miskin, karena kalau sampai sakit kan butuh biaya yang lebih besar untuk mengobati. Menurut dr.Reza ada istilah Sadikin, kalau sakit bikin miskin.  

Beras Berlian SAE
Dompet Dhuafa ( Foto:Rike)


Nah itu yang ditakutin sama orang-orang dari kalangan kurang mampu, malah mereka lebih takut dari kematian. Karena kalau mati/meninggal kan berarti kita udah gak butuh apa-apa lagi sementara kalau kita sakit. Belum biaya obat, biaya rumah sakit, pusing kan pala berbienya. Itu maka Layanan Kesehatan Cuma-Cuma itu dibutuhkan. Karena siapa sih mau lihat saudaranya sakit. Dengan konsep Dompet Dhuafa, dimana yang mampu menolong yang tidak mampu; infaq, sedekah dan zakat para donatur juga optimal dipergunakan untuk yang memang membutuhkan.

Jeruk Lemon DD ( Foto:Rike)

Sementara untuk kesiapan dalam menyambut Ramadhan 1439H kali ini, Dompet Dhuafa berusaha menyediakan beberapa titik media luar ruang, counter DD di perkantoran juga tempat umum sehingga memudahkan para donatur untuk turut berbuat kebaikan bersama Dompet Dhuafa. Pihak Dompet Dhuafa menjemput bola juga dengan bekerja sama dengan beberapa bank BUMN untuk pembayaran Zakat, Sedekah dan Wakaf. Dengan cara pembayaran baik melalui transfer bank juga melalui pembayaran cash. 

Dompet Dhuafa juga bekerjasama dengan beberapa e-commerce untuk bersama membentang kebaikan. Dalam pembahasan kali ini, bawaberkah.org juga diperkenalkan kepada para blogger dan media yang datang ke acara Dompet Dhuafa. Yang walau masih mempunyai kontribusi kecil kepada Dompet Dhuafa namun mempunyai prospek yang baik untuk masa depan Indonesia. Prospek ini diharapkan berkembang lebih baik ke depan dan Dompet Dhuafa mencoba merintisnya dari sekarang.


Deretan ikan bilis hijau dari Anambas,
enak buat tumis udah dicoba ( Foto:Rike)

Dalam siaran persnya, Bambang Suherman, Direktur Mobilizasi ZIS mengatakan,” Menginjak usia yang ke  25 tahun, pada Ramadhan kali ini. Dompet Dhuafa ingin memberikan informasi yang lebih luas pada masyarakat di segala dinamika, situasi dan pekerjaan lembaga yang telah bergulir untuk masyarakat luas. Bertepatan dengan bertambahnya usia, Dompet Dhuafa mengusung tema 25 tahun Membentang Kebaikan, mengandung pesan terkait banyak hal yang menjadi pekerjaan sehari-hari Dompet Dhuafa. Adanya perubahan seiring intervensi bersama masyarakat yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, banyak perluasan aktivitas dan isu-isu baru tentang kemiskinan maupun kemanusiaan. Hal tersebut juga kami jadikan sebagai bukti semakin matangnya aspek manajemen kelembagaan”.

Nyoba bikin kopi
dari kopi kahaya DD ( Foto:Rike)

Selain menjelaskan tentang visi misi menuju usia 25 tahunnya Dompet Dhuafa. Di bidang ekonomi, produk-produk Dompet Dhuafa juga diperkenalkan. Termasuk sebuah produk yang akan dipersiapkan oleh Dompet Dhuafa.  Yaitu kopi Kahaya yang diproduksi di desa Kahaya yang berada jauh di pelosok Sulawesi Selatan. 160 km dari kota Makassar. Desa yang masih penuh kabut di pagi hari ini, harus ditempuh dengan infrastruktur yang sangat ekstrem karena pihak Dompet Dhuafa harus melalui tebing-tebing curam untuk mendapatkan bijih kopi Kahaya. Desa Kahaya sendiri mempunyai asal kata dari bahasa arab Kohwa atau Kahwa yang artinya kopi. Namun ter-Indonesia-kan penyebutannya berubah jadi Kahaya. 

Kopi Kahaya DD ( Foto:Rike)


Kopi ini turut dihidangkan oleh barista di stand kopi Dompet Dhuafa. Para blogger juga diperbolehkan mencicipi kopi Kahaya yang telah dipanggang dan boleh langsung dikunyah. Rasanya mirip kacang dan enak. Gue sempet nyicipin gak pakai susu dan pakai susu kental manis aka krimer. Sama enaknya tuh. Anehnya biasanya gue minum kopi langsung lambung gue bereaksi hebat. Ini alhamdulillah baik-baik aja tuh gak tahu karena udah makan atau karena kopinya pas.Hehe..
 
Dan pulangnya hehe. Masih dioleh-olehin lagi sama Dompet Dhuafa yang mana lagi kalau bukan Gula Semut Dompet Dhuafa nang endang estaurindang itu. Jadi gue punya 2 saudara-saudaraaaa...juga dikasih kopi Kemloko Dompet Dhuafa asal Temanggung, Jawa Tengah dan tomat Ceri dari perkebunannya Dompet Dhuafa.


Tomat ceri DD (Foto:Rike)


Terima kasih Dompet Dhuafa untuk siang hari yang membawa gue untuk mengingat tempat bersejarah dan perjuangan almh.ibunda gue tercinta, sekaligus mengingatkan bahwa kita sebagai bangsa perlu bergerak bersama untuk Indonesia.










Comments

  1. Gula semut enakk ya neng rike di pakein jahe.. kalau beli di supermarket mana ya? 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. mampir ke defresh jatipadang aja jeng hehe:) ada kok

      Delete
  2. Gila semtnya enak jg lho ditabur di pisang bakar bersama keju. Nyis deh
    DD mang ok

    ReplyDelete
  3. Aku juga bawa gula semut ada 2 hehe..
    tulisannya Membangun semangat untuk terus tetap beramal dan ikut mendukung produk lokal seperti pemberdayaan Usaha rakyat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan