Salute ATCR! Ndengerin Musik Tradisi Campur Elektronik


Yang selalu menemani ditelinga ATCR ( foto :: http://atribecalledred.com)



Haha gak pake bahasa Inggris yak kita mah pake bahasa gado-gado aje namanya juga anak alay yaaa..Yuk ah cin. Nah, ini si A Tribe Called Red aka ATCR salah satu seniman musik eletronik kesukaan gue selain DJ Shub. Sebenernya keduanya punya gaya yang hampir mirip yaitu memadukan musik tradisional dengan musik elektronik. Sebenernya juga jenis musik ini agak jarang gue nikmati cuman waktu itu pada suatu hari saat mangkel jaman di kantor yang ono, gue lagi melanglang buana di youtube..lagi liat-liat tentang lagu-lagu perangnya suku Indian eh nyangkut di salah satu video clipnya ATCR yang judulnya “Stadium Pow Wow”. 

A Tribe Called Red (ATCR) sendiri merupakan sebuah grup musik elektrik asal Kanada/Canada yang dikomandoi apa dikomandani ealah bahasamu Ke’ haha.. Dua orang pria bernama Tim "2oolman" Hill dan Ehren "Bear Witness" Thomas. Dulu ada Ian "DJ NDN" Campeau dan Dan "DJ Shub" General, cuman kayaknya keduanya meniti solo karir dah jadi gak keliatan lagi. 

Sejak menonton video clip “Stadium Pow Wow” itulah gue jadi jatuh cinta pada musik eletronik yang dipadu sama musik tradisional. Kalau gak salah Pow Wow itu musik suku asli Amerika kalau di Canada disebutnya kan suku aborigin. Gue sempat bingung awalnya soal pengunaan kata aborigin untuk suku Indian, sampai salah satu teman yang gue kenal dulu yang asli aborigin Canada ini ngejelasin kalau suku aborigin Australia sama Canada ya beda cuman ya sama-sama asli dari wilayah setempat. Dan jangan tanya dah itu bagusnya kampung halaman temen gue, yang udah ilang contact ama gue, dia tinggal di sebuah pemukiman khusus untuk suku aborigin yang didekatnya tuh ada sungai yang cukup cantik dengan batu-batuan gitu dah. Ini juga ngeliatnya gara-gara temen gue itu ngasih tahu eh lo mau liat kampung halaman gue gak? Ada loh di youtube. Pas gue cari kata kampung halamannya di Youtube, Idihhhh cakepppp yaaa...cuman ya gak disini gak disono isu pribumi dan pendatang masih tetap ada ya. Gue kira negara udah maju udah lewat dah masa ngebeda-bedain manusia, ya gimana pun ya. Ini menurut dia ya, dan salah satu anggota keluarganya yang berasal dari suku dan marga/fam yang sama vokal banget di sono. Gue tahu sih, gimana gak mau vokal, kalau tanah dan airnya dikeruk tanpa persetujuan dari mereka yang punya tanah.

Nah, issue soal tanah dan air yang dimanfaatkan untuk segelintir orang yang gak bertanggung jawab, issue soal hak asasi manusia lainnya, ini juga sempat mendapat dukungan dari seniman-seniman elektronik kayak ATCR, Black Snake, DJ Shub dan lainnya. Kalau baca di wikipedia mereka mendukung gerakan Idle No More. Dan mereka ngasih statemen kalau mereka yang datang ke konser ATCR dan bukan dari suku aborigin diharapkan untuk menghormati dengan tidak sembarang mengunakan atribut milik suku seperti penutup kepala dan cat untuk berperang. Liat jelasnya dimari aje yak.

Ya, iyalah siapa sih yang gak sedih. Kalau apa yang kita punya diambil orang yang gak bertanggung jawab dan malah ngerusak sumber daya alam yang harusnya dapat dipergunakan untuk semua orang untuk kepentingan orang banyak. Eh dipakai hanya untuk keuntungan seglintir orang. Nah, kalo kayak begitu gimana coba. Kalau udah rusak, suku-suku yang tinggal di sekitar sumber daya alam yang udah di rusak itulah yang terkena dampaknya langsung. Cuma walau udah di demo gede-gedean sama seniman-seniman elektronik dan masyarakat apakah sumber daya alam tersebut kembali kepada sedia kala? Apakah mereka menang? Gue gak inget kelanjutannya itu demonstrasi. Tapi bisa diperhatikan di youtube-youtube mereka deh. Seniman elektronik pendukung alam semesta. 

Jadi kalau ngira musik elektronik cuman buat hura-hura di tempat party dan cuman buat kalangan party goers, hmm.. gak juga kok. Buat gue musik itu juga bisa jadi senjata yang sangat tajam buat mereka-mereka yang sudah dengan teganya mengambil dan merampas kehidupan kita-kita yang memperjuangkannya dengan susah payah. Kalau di Indonesia coba deh dengerin lagu-lagunya Om Iwan Fals, salah satunya yang gue suka “Bongkar” dan beberapa yang lain yang tajem kayak ujung bayonet. Hm..

Musik juga bisa menjadi alat perdamaian dan juga memicu perpecahan. Sebelas duabelas sama kayak ilmu aja dah. Semua bisa dipake buat jahat maupun buat jahit. Tergantung mau dipergunakan untuk apa. Gitu dah. 

Balik ke lagu-lagu dari musiknya ATCR lagi nih selain “Stadium Pow Wow” gue suka juga “RED feat Yasin Bey, Narcy, & Black Bear, “Sisters feat Northern Voice”, “Indian City feat Black Bear” juga enak dah buat gue sama “Burn Your Village To The Ground”. Nah kalau mau dengerin musiknya ATCR kayak apaan, nyok abang mpok encang encing kita dengerin lagu-lagunya ATCR di youtube atau ya mampir langsung ke websitenya aja dah yak. Lumayan bikin semangat setiap hari. Dimari nih mampirnya ya






Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan