Keluar pakem itu...


Nangkring bareng di Greenhouse Co working space
di Kuningan bareng Mailtarget,TechinAsia dan Brilio ( Foto:Rike)


Bosen ngikut yang gitu-gitu aja, gue kayaknya memilih keluar pakem deh Hahaha... Biarin deh diultimatum, diceramahin, diomelin, diberi saran, dikritisi kalau nulis blog itu kudu begini begitu. Gue give up ikut segala aturan jurnalistik garis keras, apalagi untuk blog ini hahaha... Gue udah sebut dari awal gue nulis blog ini ya hahaha... 

Piramida gue gak selalu terbalik, kadang mencong, kadang zigzag, kadang jajaran genjang, kadang gak pake piramida gitu hahaha... Pake semangat anak Punk yang 1,2,3 lets go gitu.

Kalaupun terpaksa dilakukan, untuk blog gue yang satu ini, gak gue terapin pakem tersebut terlalu ketat, karena warung gue yang ini memang sengaja dibuat seperti begitulah. Warung gue yang lain, mungkin bisa jadi lebih ikut pakem dengan lebih ketat dan lebih teratur karena memang gue ngejar disono. Tapi gak disini. Jadi jangan salahkan bunda mengandung ya.

Disini. Gue gak pengen jadi raditya dika atau all famous blogger in this whole world. Kalau dibilang gue mirip si ana atau si anu ya monggo, itu pendapat Anda. Tapi gue.. I just wanna be me. Here in my place. Gak ngerasa perlu ganti ekor mermaid. Buat gue, menjadi diri sendiri itu penting, perkara itu berarti gak disukai orang lain, dihina-hina orang, dibilang begini begitu, gak papa. Yang suka blog ini monggo, yang gak suka ya gapapa juga.  Karena itu juga salah satu pesen nyokap sebelum meninggal untuk menjadi diri gue sendiri anaknya mamah. Bukan jadi anaknya ibu anu yang begitu atau anaknya ibu ana yang begana. Nyokap hanya perlu gue jadi gue. Walau tampilan gue gak kayak anaknya tetangga sebelah si mbak Anu yang langsing terawat bin jago main piano itu tapi eheloowww.. ini gue. Anaknya. 

Nah, Beberapa hari lalu gue ikut talkshow dan diskusi bareng sama Mailtarget, Brilio dan TechinAsia di Greenhouse, Kuningan. Terus terang disini dapat pencerahan banget dari Mas Yopie Mailtarget and gank. Seru karena gue bisa menyadari diri gue dalam menciptakan content tuh udah sampai mana dan yang lucunya baik pembicara dari Brilio maupun dari TechinAsia seakan menyadarkan gue sekaligus menyentil manja telinga gue dari kejadian-kejadian yang sering kita alami dalam menciptakan content. 

Dibahas juga disini, gimana melakukan recycled content sebagai bahan ide kita atau mengangkatnya menjadi lebih visual kayak digunakan bersama dengan comic, ketimbang terlalu teks banget menurut masnya dari TechinAsia. Nah kalau dari masnya dari Brilio, ngasih tahu bahwa yang asli itulah yang sering dibaca sama pembacanya mereka, kayak content video yang banyak noisenya itulah yang dianggap asli oleh mereka yang nonton content videonya brilio. Ketimbang yang contentnya terlalu bersih dan kinclong. Menurut masnya, yang banyak noise itu malah punya kans dapat viewer yang lebih banyak. 

Tapi untuk reward content yang powerful menurut mereka, ya ga melulu soal viewer yang banyak segambreng sampai puluhan ribu viewer per day juga. Tapi juga soal gimana sebuah content bisa menyentuh hati pembacanya dan telah mengerakkan mereka untuk berbuat lebih baik, kayak masnya Brilio bilang kalau contentnya telah menyatukan dua insan hingga ke jenjang pernikahan. Eaa...

Jadi mau pake bahasa apapun, gaya apapun, mau nulis sambil jungkir balik ataupun sambil guling-guling celentang sambil nulis di laptop, menurut gue ya kalau pesan yang disampaikan gak membuat orang lain untuk bergerak melakukan suatu tindakan yang lebih baik ya..sia-sia aja ya. 

Yaudah ah gitu aja dari gue.


Sekian terima angpau.






Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan