Kuy! Naik Garuda Indonesia, Pesannya Pakai Skyscanner



garuda indonesia
Naik Garuda Indonesia yang ini waktu ke Yogyakarta sama kakak dan keponakan ( Foto: Rike)

Kalau ditanya kapan bepergian bawa Tiket Pesawat Garuda Indonesia? Gak terlalu lama kok, sekitar bulan Februari lalu ketika mampir ke Yogyakarta pas ada arisan keluarga. Kakak ipar dan kakak perempuan saya berbaik hati mengijinkan saya ikut jalan-jalan ke acara keluarga mereka di Yogyakarta. Jadi lewat pesan whatsapp saya pun menerima Tiket Pesawat Garuda Indonesia kiriman kakak saya untuk ketika hari keberangkatan langsung bisa diperlihatkan kepada pihak pengelola bandara. 

Bagaimana pun tanpa tiket pesawat, gak mungkinlah saya dan keluarga bisa berangkat. Bisa diomelin orang se-kampung se-pesawat kalau udah boarding masuk pesawat tapi ketinggalan Tiket Pesawat Garuda-nya di rumah. Itu mah udah gak jaman. Nah, kalau udah ada filenya Tiket Pesawat Garuda di handphone kan gak perlu lagi repot harus ngeprint-print dulu di warnet apalagi sampai pakai acara hilang, aduh ribet deh. Itu maka Tiket Pesawat Garuda masa kini juga bikin simple kita yang mau bepergian keliling Indonesia.

Keluarga saya mengenal pesawat Garuda sebenarnya sudah cukup lama. Dan pertama kali saya naik pesawat Garuda itu waktu masih kecil banget deh. Jaman masih unyu-unyu sekitar usia 4 atau 5 tahun. Belum sekolah. Waktu itu dibawa sama almh. Mama ke Lampung untuk mengunjungi rumah tante, adik mama yang menikah dengan orang Lampung. Kami berdua, kakek dan kakak perempuan almh.mama naik pesawat garuda dari bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Haha yang sekarang jadi jalanan raya untuk menuju ke Pekan Raya Jakarta itu. Saya bangga banget bisa naik pesawat waktu itu bisa lihat awan kanan kiri, dan bisa turun tangga pesawat sama mama itu sesuatu banget buat saya kecil. Jaman itu logo garuda masih yang berwarna orange. 

Setelah bertahun lamanya, bandara Kemayoran pun dipindah ke Cengkareng. Beberapa anggota keluarga masih mengandalkan pesawat Garuda untuk bepergian keluar kota. Kalau saya diajakin naik pesawat Garuda okay, diajak naik yang lain okeh selama keamanan dan kenyamanannya bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa deh. Tahu sendiri kan kalau dengar berita soal pesawat jatuh itu saya jadi agak-agak parno. Bagaimana pun kan nyawa penumpang pesawat itu bergantung kepada pesawat yang membawa kita sampai ke tempat tujuan kan. Jangan juga gak ada bedanya sama angkot yang suka kebut-kebutan di jalan raya.

Cuma nih kalau naik pesawat Garuda itu memang berbeda dengan naik pesawat yang maskapai penerbangan low-low-low budget ya. Bukan saya gak suka, tapi kadang kenyamanan itu tak terbayar dengan tiket pesawat low budget.  Udah paling benar pegang Tiket Pesawat Garuda. Selain bangkunya yang lebih berperikemanusiawian, pelayanan mbak dan mas pramugarinya juga sopan (belum pernah lihat pramugari Garuda Indonesia yang galak hoho bahkan mantan pramugarinya—kayak mbak Hera tetangga sebelah rumah—itu masih membawa budaya kerja Garuda Indonesia yang sopan usai tidak lagi bekerja lagi untuk maskapai penerbangan ini.. kalau penumpang yang galak yaaa biasa dah harap maklum saja) dan yang sangat saya suka kalau pesawat ngaret masih bisa dipahamilah. Kayak karena ada kondisi cuaca buruk jadi saya harus nunggu di bandara. Yah, benerlah ketimbang kenapa-kenapa pas lagi terbang. Itu malah bahaya. Dan pilot-pilotnya tuh kalau dibandingin sama pilot-pilot pesawat tetangga sebelah, itu kalau bawa pesawat pas lagi take off atau landing itu haluslah, gak bikin jantung copot dan tulang-tulang dibadan pada lepas. Kalo goyang dikit ya masih dimaklumi, mungkin karena kondisi angin yang kencang kayak pas ke Yogyakarta kemarin, tapi  sejauh ini gak pernah merasakan landing yang kasar lah, juga pas terbang.

Selain hal-hal diatas, yang saya sukai kalau berangkat pergi naik pesawat denga Garuda Indonesia. Yaaa...tentu saja makanannya. Kalau makan di pesawat milik maskapai negara asing memang sih keliatannya keren, gaya dan bangga dengan sesuatu yang baru. Tapi namanya lidah Indonesia ya, susah juga nutupin yang satu ini, kalau makan gak kena rempah-rempah dan makanan terasa hambar tuh bikin separuh hati mau makan. Makanan yang oleh orang-orang di luar sana bilang itu istimewa, bisa jadi gak begitu menurut saya. 

Hadohhh.. kalau boleh pilih ya, makanan Indonesia gak ada matinya deh. Porsinya yang pas dan rasanya yang gak kelewatan dari Indonesia saya, itu yang bikin saya selalu rindu sama naik pesawat pakai Garuda Indonesia. Khususnya kalau perjalanannya lumayan panjang. Yang seru lagi nih kalau ke Bali tuh kadang keponakan kecil suka dikasih mainan buat hiburan mereka supaya tetap anteng dan nyaman selama berada di dalam pesawat.

Nah, ada satu nih website penyedia Tiket Pesawat Garuda nih yang perlu kita perhitungkan namanya Skyscanner. Website skyscanner indonesia merupakan sebuah jaringan penyedia tiket pesawat, hotel dan sewa mobil yang berdiri sejak tahun 2003 berkantor pusat di Inggris sana dan sudah ada di beberapa negara lainya kantor perwakilannya di seluruh dunia.Skyscanner memberikan layanan gratis,jujur,hewat waktu juga uang dan didukung situs travel terpercaya diseluruh dunia. Kalau mau cari tiket pesawat yang bisa mengantarkan kita ke tempat tujuan di seluruh Indonesia kenapa gak coba pesan Tiket Pesawat Garuda Indonesia di skyscanner ini. Jadi kalau pergi naik pesawat Garuda Indonesia tetap bisa menikmati kenyamanan yang diberikan sama pesawat milik negeri tercinta ini. Kuylah jangan lama-lama depan laptop. Kita bertualang keliling Indonesia. Siap packing barang, kita lets go.

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.


Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. sekarang bs print tiket sendiri di bandara tinggal masukin kode book aja :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan