Jadi Diri Sendiri Sebelum Jual Konten Laris Manis



storytelling
Ndengerin Meet Up Get Craft Indonesia di FX Sudirman

Hooh. Ini intinya sih pas ndengerin Meet Up-nya  Get Craft Indonesia “ Selling with Storytelling” di EF, FX Sudirman (22/03018) kemarin. Jadi sebelum kita bisa menjual dagangan konten yang laris manis itu ya jadi diri sendiri dululah. Gak usah ngekor si A atau si B biar sama kayak mereka. Karena pada akhirnya ya yang dicari sama para ahensi dan mereka yang butuh kita-kita para kreator ya itu mereka yang unik, yang menampilkan dirinya sendiri bukan dengan menjadi orang lain. Gak usah terlalu kakulah, cintai dululah yang kita kerjakan. Inshaallah ada buahnya nanti. 

Hmm.. yeaalahh kalau kita ngikut si anu atau si ana lah ntar kita ga punya jatidiri pan susah ya. Kalau gue mungkin ada semacam term of condition kali ya. Kalau emang sangat dibutuhkan sekali penulisan yang berbahasa baku ya gue coba sesuaiinlah, selama gak lepas dari adanya ciri khas gue ya gapapa juga sih. Tapi kalau gue disuruh manut sakleg sama yey orang punya warung yaaaa tanpa alasan dan argumen yang bisa dipertanggungjawabkan ( kalau bisa diperlihatkan juga teori-teorinya yang mendukung sekalian ya ama kritik atas teori a, b dan c-tersesbutnya kayak apa gitu)...ooo hello kita mati aja kan napsi-napsi masak gue kudu bergaya mati gue sama kayak situ. Situ okeh? Kasarnya gitulah. Padahal coba dibayangkan tiap manusiakan ada sidik jarinya beda-beda nah kalau samaan opo nomonyo? Kita kan kreator ya. Kenapa kenapa harus takut tampil beda sih? Bukannya Indonesia itu punya Bhineka Tunggal Ika?

Ada 3 pembicara. Gue gak terlalu tahu juga sih mereka itu siapa tapi katanya tertulis di informasi undangan Get Craft kemarin ya itu mereka adalah para influencer masa kini yang akrab dengan kalangan milenial.Haha.. keliatan banget bukan dari era yang sama ya. Ada 3 orang. Yang gue inget satu namanya Alex, satu Harumi dan satu lagi lupa nama tapi dari Idntimes. 

Ya, udah gapapa tapi gue dapat pelajaran lagi. Gimana handle client yang  masyaallah astagfirullah gak semudah  membalik telapak tangan itu. Gimana kita perlu mensiasati kejenuhan kita. Gimana gali ide supaya tetap jalan lancar kayak jalan tol kalau lagi berkreasi. Gimana ngadepin the nyinyirers ( haha pesen mas Alex kalau kita belum se-tahap Raditya Dika mah gak usah sok-sokan lah punya haters.. haha punya gak ya..kasih tahu gak ya?).Sampe soal receh-receh terkait konten di bahas juga ngerti gue ini kayak menarik beberapa memori gue waktu beberapa waktu lalu haha.. cukup serulah ya. 

Gue lihat ketiganya punya gaya yang berbeda-beda kok sesuai karakter dan latar belakang masing-masing. Jadi ya apa yang dihasilkan juga gak melulu sama. Harumi sama Alex udah beda karakter. Beda lagi antara Harumi dengan Mbak Idntimes. Jadi yaa apa salah sih tampil beda kalau memang lo pede. Why not sih? Inget selalu kata mbak Taylor Swift, ” Haters gonna hate..hate..hate, I am just gonna shake..shake..shake..shake it off”.

Ini juga  yang bikin gue mikir. Gue mampir ke beberapa travel blogger dan blogger manula di luar negeri yang punya nama website lucu dan unik dan panjangggg kayak gue. Tapi mereka kok pede-pede aja ya. Emang sih punya nama website yang panjang susah diinget tapi mereka pede-pede aja tuh dan keliatan bangga sama website mereka, walau menurut gue ya judul website mereka haha.. teenager banget gitu loh. Sebanding alaynya dah ama gue hahaha... cuman kan mereka berbahasa Inggris aja.

Tadinya nama blog ini mau gue ganti pake tanya ke penasehat spiritual blogger gue madame mudrikah the one and only. Beliau menyampaikan suatu pesan yang, kayaknya gue perlu nama yang lebih singkat hehe. Usulnya ya gue terima tapi pas gue pikir pikir gue sayang banget sama nama panjang blog ini. Its feels like my own child. Jadi akhirnya gue biarkan dia tumbuh. Dan saran dari madame mudrikah gue tetap abadikan sebagai blog gue satu lagi haha adil kan.. tenkyu mudrikah.

Gue jadi inget kata kata mutiara...”Rumput tetangga boleh lebih hijau. Tapi Rumput sendiri kalau rajin disiram dan dipupuk eitsss dengan cintaaaa... bisa jadi lebih hijauloh”.  Jadi, jadilah diri sendiri. Gak usah ngekor. Pedelah gue, Pedelah gue, Pedelah gue: gitu doanya depan kaca trus jalan dah keluar rumah. Bismillah lancar.

Sekian. Terima angpau.





Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan