Kisah getir bocah-bocah penambang cobalt, bekerja demi batere HP kita yang selalu nyala


adek dorsen dan adek richard via dailymail


Gue bingung mau nulis apa. Agak lemes. Sedih tepatnya.  Sejak kemarin lihat kanan kiri berita unik baru, tapi tadi malam mata gue malah mampir ke sebuah video tentang anak kecil dari afrika yang bekerja di tambang cobalt. Cobalt itu digunakan untuk isian batere HP biar selalu nyala. Dan  Video di twiiter itu gue dapat dari milik akun Sasja beslik seorang head of  sustainable finance di nordea. Video ini setelah gue telusuri ternyata diambil dari skynews, jadilah gue baca-baca di skynews.com yang melakukan investigasi ke Congo (Democratic Republif of Congo).

dipukuln via dailymail



Disebut namanya Dorsen, umurnya 8 tahun. Anak ini kerja ditambang bawa-bawa batu cobalt hasil tambang dan milah milah. Dorsen sering dipukulin selama kerja dibawah hujan dan  tanpa alas kaki pula ketika mengangkut batu cobalt itu. Dia belum cukup dapatkan uang untuk makan hari itu dan  dengan kerja yang hampir 12 jam sehari. Gue langsung kepikiran ponakan gue dan adek-adek gue cuy. Ini mereka mah umur segini lagi bahagia-bahagianya sekolah. Ini si dorsen mah boro-boro mau bisa bersenang-senang main kali, boro-boro bisa belajar di sekolah, wong untuk makan aja susah. Ini kok ya kemana orang tuanya tapi yang lebih pilu lagi kok pemerintahnya tega anak sebocah dorsen dibiarkan kerja kayak budak. Kita aja yang udah dewasa gak boleh kerja kayak budak lagi masak anak bocah ingusan disuruh kerja rodi. Kejam banget ya bisnis. Gue ampe gemeter pegang handphone. Ini jangan-jangan cobalt yang ditambang sama tangan-tangan mungilnya si dorsen. Yang capek, keringetan, lelah dan tetep aja salah. Yang ditindas demi bisa makan. Sedih bangettttttt guaaaaaa pingin nangis ini jadinya.

ngangkut cobalt via dailymail



Nah terus temennya yang  juga ikut nambang ada namanya richard (11) sering menderita sakit selama kerja ditambang cobalt, trus ada monica (4) yang juga bantuin ngumpulin batu. Mereka semua gak pake sarung tangan ataupun penyaring debu cobalt sementara WHO menyatakan kalau debu cobalt tuh bahaya buat kesehatan. Di artikel amnesty.org, ada  paul (14) yatim piatu yang kerja sejak umur 12 dan bekerja hampir 24 jam di dalam tambang. Dia menderita sakit. Ibu angkatnya mau dia sekolah aja tapi bapak angkatnya manfaatin dia untuk kerja di tambang ini. Ada juga Francois dan charles, anaknya yang kerja untuk ngebiayaian sekolah yang biayanya terbilang mahal.



Hodoooohhh Gustiiiiii Nyeriiiiiii kepalaaaaa gueee...


Francois dan anaknya charles, demi biaya sekolah mahal via amnesty.org



Gak sampe situ doang, masih ada lanjutannya ituh. Jadi ini ada penambang dewasa yang menderita tumor setelah minum dari air yang tercemar limbah tambang cobalt. Bahkan para ibu melahirkan bayi dengan gejala penyakit misterius, dimana bayinya lahir dengan ruam dan spot di beberapa bagian tubuhnya si bayi.

monika kecil (4) yang juga kerja di tambang ngumpulin/sortir cobalt via dailymail



Emang Congo menjadi salah satu pemasok cobalt yang lumayan besar di dunia ini, disebut skynews sampai 60%. Iyeh jadi kaya orang-orang diatas sana dan kita gaya pake handphone tapi kalau liat bocah-bocah lapar musti nahan sakit karena kerja rodi begini  jadi gak pengen gonta-ganti handphone.

 

Nah kalau di artikelnya amnesty.org sih dijelasin lebih detail juga soal kemana cobalt ini dibawa. Kalau gak salah liat dari congo mereka bawa hasil tambang ini ke china terus  dari china baru dioper ke seluruh dunia.


 
peta cobalt dikirim kemana aja via amnesty.org



Hallooooo yang hobby pamer-pamer hp baru terus-terusan. Coba di cek dulu sebelum pamer-pamer. Itu baterenya hasil cobalt nambang dimana, bikin orang jadi mati apa gak, bikin orang sakit apa gak, bikin lingkungan sekitar tercemar, bikin anak gak sekolah gak, bikin emak-emak hamil anaknya penyakitan apa kagak. Coba difikirin dulu kalau kita berlebayan.



Dan sekarang jadi ikutan parno gue. 
Apakah batere HP gue?





Sumber:





Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan