Yuk, Cicipi Modifikasi Rujak Kunyit Ala Mesuji Lampung



Holla! 


Sudah rasanya lama tidak bersua. Datang-datang aku kembali menulis untuk lomba JelajahGizi Minahasa yang diadakan sama PT.Sarihusada. Yang katanya nih kalau menang bisa diajak jalan-jalan ke Manado. Huduh pengen banget bisa ke sana soalnya belum pernah ke Sulawesi Utara tapi kalau pun gak menang ya ga papa juga yang penting bisa eksis ya di Jelajah Gizi yukkk dan semoga bisa bikin Nutrisi untuk bangsa jadi tambah kaya hehehe...





ini nama lombanya aku boleh klik di websitenya detik.com...
semoga aja bisa nyentuh sulawesi yaaa Ammmmin


Ya, jadi begini. Kali ini aku mau menulis tentang rujak kunyit ala Mesuji Lampung. Rujak kunyit ini sebenarnya kalau di Desa Wiralaga, Mesuji Lampung itu jadi kudapan makan ibu yang baru selesai melahirkan tapi kadang suka juga jadi hidangan di meja makan keluarga atau juga jadi salah satu hidangan di pesta pernikahan atau acara keluarga.

Tiap keluarga punya resep rujak kunyit yang berbeda-beda tapi satu inti bahan yang sama yaitu mengunakan bahan kunyit. Aku memakai salah satu resep yang kudapat dari warga desa Wiralaga, Mesuji Lampung. Aku lupa nama ibunya tapi anaknya aku kenal. Jadi kita sebut saja ya nama si Ibu itu Ibu Mawar gitu ya. Rumahnya deket puskesmas desa tempat aku dulu pernah melakukan penelitian.

Ini resep aslinya yang aku dapat dari Ibu Mawar, sempat juga aku masukan ke dalam laporanku untuk Kementerian Kesehatan RI. Tapi dalam tulisanku kali ini agak beda ya karena beberapa bahannya sudah kumodifikasi dengan bahan terkait tema lomba yaitu bahan dasar hasil laut  ( kreasi olahan makanan laut) dengan lidahku yang keturunan Betawi dan kesukaanku sama salad seafood ala Thailand nan segar itu hehe..

Rasa aslinya sebenernya tuh mirip dengan acar kuning yang suka dibuat di pesta kondangan tapi kalau rujak kunyit rasa kunyitnya akan terasa benar di lidah dan agak pedas tapi segar karena ada rasa asam dari kuahnya. Kalau di Mesujinya, rujak ini suka dimakan sama nasi dan lauk ikan air tawar. Dalam keluarga Ibu Mawar biasanya disertai dengan lauk ikan seadanya. Kadang kalau suaminya sedang mendapat ikan gabus maka dimakan sama ikan gabus goreng atau kuah pindang tapi kalau tidak pun dimakan dengan ikan asin gabus atau sepat juga enak. Aku bisa sampai nambah nasi beberapa kali kalau makan rujak kunyit ini. Habis enak sih.



Persiapan: pulang dari pasar langsung cuci-cuci bersih semua belanjaan soalnya mau dimasak dan dipotong,
abaikan latarnya namanya juga dapur ya gini deh realitanya


Kalau ibu melahirkan biasanya rujak kunyit ini juga dihidangkan dengan telur rebus yang kemudian diaduk bersama rujak kunyit, kadang juga diberi kuah santan. Kalau telur rebus gunanya supaya si ibu yang habis melahirkan bisa mempunyai tenaga yang banyak untuk menyusui anaknya dan kalau santan ditambahkan ke rujak kunyit agar si ibu memiliki air susu yang kental. Begitu sih katanya.

Kali ini aku mengunakan udang yang badannya agak besar untuk dipakai dalam menu masakan ini. Kenapa aku pakai udang? Karena aku suka udang. Tapi kan takut kolesterol juga jadi semoga aja sih dengan kunyit bisa bantu atur kolesterol juga ya hihihi


Masakan rujak kunyit modifikasi ini ditujukan untuk hidangan di meja makan keluarga. Selamat mencoba ya.

Bahan: kunyitnya di potong sebesar korek api ya


Nah ini dia bahan Rujak Kunyit ala Mesuji yang sudah ku modifikasi :

1.     Seperempat kg Udang Besar
2.     1 Ons Kunyit
3.     1 Buah Mangga Muda Indramayu
4.     1 Buah Wortel segar
5.     1 Buah Mentimun segar
6.      Seperempat kg Toge
7.     Seperampat kg Kacang Tanah goreng
8.     3 Siung Bawang Putih
9.     3 Siung Bawang Merah
10.  4 buah Cabai Merah Kriting
11. Gula Jawa Secukupnya
12. Garam Secukupnya
13. Ketumbar Bubuk
14. Jeruk Nipis secukupnya diperas/ Air asam jawa
15. 1 Jempol Jahe

Cara membuat:
1.     Bersihkan udang dari kotoran di tengah badannya, kupas kulit, sisakan buntutnya. Rebus air dan 1 jempol jahe, ketumbar bubuk secukupnya dan garam secukupnya. Ketika mendidih masukan udang. Jangan masak terlalu lama takut hasilnya daging udang terlalu keras. Supaya kita bisa dapat daging yang agak juicy gitu. Kalau sudah dirasa matang dan cukup juicy yang diinginkan terus angkat. Simpan sisa kuah rebusan udang.
2.     Kupas kunyit, wortel, mangga dan timun. Kemudian potong sebesar potongan korek api. Cuci toge dan tiriskan.
3.     Potong tipis bawang putih, bawang merah dan cabai merah kriting.
4.     Kemudian buat kuahnya. Iris gula jawa. Hancurkan gula jawa dengan garpu bersama air kuah rebusan udang yang masih hangat di wadah kemudian beri air perasan jeruk nipis atau air asam secukupnya. Biarkan agak kasar agar ada tekstur gula jawanya.
5.     Kacang yang sudah digoreng ditumbuk kasar. Beli saja kacang goreng yang sudah jadi di warung dekat rumah.
6.      Siapkan udang, kunyit, wortel,timun, toge, bawang merah, bawang putih dan cabai merah kriting dalam wadah. Siram kuah gula merah  dan kacang tumbuk ke dalam wadah tersebut, kemudian aduk semua bahan.
7.     Siap disajikan untuk keluarga.

Taraaaa.... hasil buatanku sendiri, modifikasi rujak kunyit ala Mesuji Lampung.
Bon Appetit!




Nampak dari samping dikit, mirip acar ya atau salad seafood thailand?

Yah walaupun bukan ahli gizi paling gak kita tahu beberapa hal yang ada dalam kandungan bahan inti modifikasi rujak kunyit ala mesuji ini. Ini boleh kok buat dibaca-baca siapa tahu bisa memberi informasi yang berkenan.

Untuk udang nih, katanya udang segar itu mengandung 91 kkal, 21 gr protein, dan 0.2 gr lemak. Jadi lumayan kan proteinnya supaya badan tetep kuat.

Untuk kunyit yang punya nama latin Curcumae domesticae rhizoma, memiliki khasiat melancarkan darah dan energi vital, menghilangkan sumbatan, juga sebagai peluruh kentut dan haid, bisa mempermudah persalinan, antibakteri, antiinflamasi, juga memperlancar pengeluaran empedu ke usus.

Nah ini untuk kandungan zat kimia yang terdapat dalam rimpangnya kunyit itu menurut Cancer Chemoprevention Research Centernya UGM itu begini:
 
a. Bahwa didalamnya ada zat warna kurkuminoid, merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari 
Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin.
b. Kunyit juga mengandung minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Juga ada arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, 
tanin dan dammar
d. Dan kunyit juga punya kandungan mineral yakni magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth (Sudarsono et.al, 1996).
 

Jadi hayoo siapa mau ikutan cobain rujak kunyit ini?...hehehe tapi bikin sendiri ya kan udah dikasih resepnya. Lagian yang barusan di foto itu udah masuk perutku tuh.





Referensi:

Dapatnya dari sini ya:



Sisanya:
Hasil ngobrol di rumahnya Ibu Mawar sambil makan rujak kunyit di Desa Wiralaga Mesuji - Lampung.






Comments

Popular posts from this blog

Milo Ganti Sedotan