kado untuk tante ira



Kado untuk Tante Ira
Oleh : rike

Mama arisan ! Horeeee… senangnya kalau Mama pergi arisan.  Aku dan adik-adikku pasti memulai aksi kami bersama ke kamar Mama. Berdandan bersama, pakai alat-alat rias Mama, ya lipstiknya Mama, ya bedaknya, ya semua deh..dan ketika mama pulang Mama pasti akan menemukan meja riasnya berantakan dan kami kalau ditanyai Mama pasti tidak ada yang mengaku, kebetulan kami bertiga pasti kompak soal yang satu ini.
            Haha..! hari ini kami mau coba bungkusan kantung plastik yang ada di meja rias Mama. Ada lipstik baru warna merah menyala, ada bedak juga masih baru, ada pensil warna hitam dan beberapa benda yang aku sendiri tak tahu fungsinya apa. Kami bertiga mencobanya bersama-sama.
            Kami tampak cantik pakai perlengkapan Mama yang ini. Aku dan adik-adikku akan bergaya bak penyanyi, lalu kami bersama memutar kaset Tina Toon di tape yang ada di kamar mama. Setelah puas jadi penyanyi, kami bergantian jadi Tina Toon lalu kami berubah gaya, jadi hantu. Pakai pensil hitam itu, kami pun pura – pura jadi hantu, syerem deh mirip yang tv malam jum’at itu..hmm..acara hantu apa yah…aku juga lupa. Tiba – tiba waktu berubah jadi hantu, kami mendengar suara pintu gerbang itu di buka. “ Mama nih pulangg…mana anak-anak Mama, kok gak ada yang bukain pintu rumah buat Mama”, kami panik benar . Kami terburu-buru mencuci muka kami pakai sabun mandi di kamar mandi, agak perih-perih memang di mata, tapi dengan begini jalannya supaya cepat hilang warna-warna yang ada di wajah kami.
            Kami segera datang menyambut mama. “ Eh.. Mama. Bawa apa Ma?”, tanyaku sudah tenang.” Lagi pada ngapain sih? Kok Mama panggil dari tadi gak ada yang keluar dari kamar mandi”. Kami hanya menjelaskannya lewat susunan gigi kami yang tersusun tidak rapi itu.” Kok jadi pada nyengir sih? Ohya ini Mama bawa kue lhoh dari rumah tante Linda, besok tante Ira ulang tahun lhoh…Tita gak ada les gambar kan sayang?”
            “ Ya..gak ada”
            “ Sherry dan Nana les renang gak? ”
            “ Gak ada latihan Ma” jawab keduanya
            “ Oh ya sudah..kalau begitu kita bisa ke sana sama Papa ya. Kata tante Ira kalian gak usah bawa hadiah lagi…lagi pula Mama sudah siapin kado untuk tante Ira jadi kalian gak usah repot” kata Mama sambil menuju ke kamar Mama.
            “ Memang kadonya apa?” tanyaku
            “Tante Ira kan suka dandan jadi Mama belikan lipstik, bedak dan …ARGhhhhhh….mana isi kantong plastik ini!!!….Itu kado buat tante Iraaaa…”, kami bertiga  menelan ludah dalam-dalam, lalu jalan pelan – pelan ke ruang bawah.”ANAKKKK……………….ANAKKKK……!!!!” , suara teriakan Mama yang khas akhirnya memanggil kami bertiga. “ Whuahh.. kak kayaknya kita bakal di sidang nih”, kata  Sherry.” Heeh”, kata Nana sambil mengangguk.
            “Kesini semuanya!”, panggil Mama dari meja riasnya yang masih berantakan itu.” Kantung plastik yang isinya lipstik ini dikemanakan isi-isinya semua?”
            Kami saling tengok satu persatu, tapi karena kami bertiga sudah berjanji untuk tidak bicara jadi tidak ada yang buka mulut sampai akhirnya Mama menyuruh kami membuka mulut dengan ancamannya,” Ayo..mengaku!! Kalau gak punya mulut..besok kalau Mama pergi ke Mal..Mama gak mau ajak lagi. Biarin aja Bi Ipah aja yang di ajak”, kami makin tegang, tapi akhirnya kami mengaku.
            “ Kami yang pakai lipstik itu dan isi-isinya, sisanya yang tinggal yang ada di meja Mama itu”
            Mama agak kaget tapi Mama bilang “ Besok-besok kalau mau main dandan-dandanan jangan pakai yang baru donk! Bilang dulu sama Mama. Yang ini… yang di kantung plastik ini kan buat tante Ira “
            “ Yah..Mama..kami bertiga minta maaf “
*
            Malam itu kami bertiga berencana menganti seluruh isi kantung plastik. Namun kami gak ngerti mau ngasih kado apa ke tante Ira, sedangkan uang yang terkumpul tak sampai  Rp 5.000,00.  Kami tahu harga isi dari kantung itu pasti tak cukup dengan membayar uang kurang dari 5 ribu.
            Malam makin larut, kami tambah gak bisa tidur. Akhirnya aku punya ide,” Yang ini murah dan gak usah pake uang sama sekali lhoh “
            “ Apaan Kak..apaan tuh? Kado apaan sih gak pakai uang?’
            “ Kasih pelukan dan sun aja buat tante Ira..Gimana?”
            “ Ohya..kayaknya gak susah2 yah.. Kak”
            “ Lagian kan jarang-jarang kita ketemu tante Ira yang kalau kita datang ke rumahnya pasti lagi ada di kantor. Gimana? Setuju gak??”
            “ Setujuuuuhhh….!!!”
*
“ Ma..kami siap ke rumah tante Ira..kado kami juga mahal sama kayak harga isi yang ada di kantung itu”, kata aku pada Mama. Kedua adikku menuruti kataku”Iyah..lhoh Ma”. Mama yang sedang memutar kaset di tape mobil setengah berkerut di dahinya,” memang kado kalian apa?” Kami nyengir,” Adaaa Ajahhh”.
            Pestanya banyak orang besar, sepertinya teman-teman tante Ira, tapi yang lain sih kami kenal semua soalnya keluarga. Tiba waktunya kasih kado, kami bertiga maju” Tante Ira yang baik… Karena kami pakai lipstik, bedak dan entah apa lagi yang ada dalam kantung plastik yang mama mau kasih untuk tante. Dan waktu mau ngegantiin..uangnya gak sampai lima ribu…jadi kami mau kasih ini aja..kado paling mahal dari kami bertiga”, bersamaan kami memeluk tante Ira. Satu isi ruangan jadi heboh, tante Ira menangis terharu, kami juga malah ikutan menangis. “ Aduh…kado kalian memang paling mahal..aduhh terima kasih yah..aduhhh”
            Di ujung sana aku lihat Mama tersenyum padaku.

Comments

Popular posts from this blog

Semalam Tahun Baru di Mandarin Oriental Hotel Jakarta (1)

Saham Pertama di 2019

Belajar BIPA di Bali, Yuklah Semangat Yang Militan (4)